Negosiasi Peran Domestik dan Publik Perempuan dalam Novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan Karya Ihsan Abdul Quddus
The Negotiation of Women’s Domestic and Public Roles in the Novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan by Ihsan Abdul Quddus
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.256Keywords:
peran perempuan, ranah domestik, ranah sosial, sosiologi sastra, gender, novelAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk peran perempuan dalam ranah domestik dan sosial serta menafsirkan makna negosiasi peran perempuan yang direpresentasikan dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra berperspektif gender. Sumber data penelitian adalah novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan, sedangkan data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang memuat peran tokoh perempuan. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis melalui reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perempuan dalam novel terbagi ke dalam dua ranah utama, yaitu ranah domestik dan ranah sosial. Ranah domestik tampak melalui peran sebagai anak, istri, ibu, serta subjek yang menolak penyempitan makna pengabdian rumah tangga. Ranah sosial tampak melalui keterlibatan tokoh perempuan dalam kepemimpinan pelajar, aktivitas akademik, organisasi perempuan, partai politik, dan ruang publik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa novel tidak sekadar menggambarkan perempuan sebagai pelengkap laki-laki, tetapi menghadirkan perempuan sebagai subjek yang terus menegosiasikan identitas, cinta, keluarga, pendidikan, dan ambisi sosialnya. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian sosiologi sastra yang membaca peran perempuan bukan secara biner, melainkan sebagai proses negosiasi antara struktur patriarki dan agensi perempuan.
References
Abdullah, V. A., & Purwaningsih, N. S. (2019). Posisi perempuan dalam novel Maryam karya Okky Madasari dan antologi cerpen Akar Pule karya Oka Rusmini. Jurnal Dakwah Tabligh, 19(2), 238-256. https://doi.org/10.24252/jdt.v19i2.7477
Ahdiah, I. (2013). Peran-peran perempuan dalam masyarakat. Jurnal Academica, 5(2), 1085-1092.
Al-Maruf, A. I., & Nugrahani, F. (2017). Pengkajian sastra: Teori dan aplikasi. CV Djiwa Amarta Press.
Ardiansyah, A., Anggarista, R., & Jagat, L. S. (2025). Analisis kelas sosial dan budaya patriarki dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus: Perspektif Marxisme. Tirai Edukasi: Jurnal Pendidikan, 7(1), 259-262. https://doi.org/10.37824/ys5sk432
Cholil, M., Hasan, B., & Sholihah, I. N. (2021). Analisis gender dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Quddus perspektif emansipasi perempuan Qasim Amin. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 7(1).
Fakih, M. (2008). Analisis gender dan transformasi sosial. INSIST Press.
Faruk. (2017). Pengantar sosiologi sastra. Pustaka Pelajar.
Faruk. (2020). Metode penelitian sastra: Sebuah penjelajahan awal. Pustaka Pelajar.
Fita, W. O. (2021). Citra perempuan dalam novel Air Mata Cinta karya Shineeminka. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 6(1), 58-70.
Habibah, S. (2015). Partisipasi dan peran perempuan dalam partai politik. Jurnal Al-Maiyyah, 8(2), 342-367.
Layalin, N., Mulyaningsih, I., & Kamaluddin, U. (2024). Kritik sastra feminis dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 67-79. https://doi.org/10.33603/hj8c3q44
Lestari, S., Khayati, A. N., & Putri, F. F. D. A. (2022). Equality of gender rationality in the novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan by Ihsan Abdul Quddus. Buana Gender: Jurnal Studi Gender dan Anak, 7(1). https://doi.org/10.22515/bg.v7i1.5330
Lubis, F. W. (2020). Analisis androgini pada novel Amelia karya Tere Liye. Jurnal Serunai Bahasa Indonesia, 17(1).
Maksum, L. A., Lamusu, S. A., & Didipu, H. (2021). Emansipasi wanita dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya.
Marici, Rima, & Hafid, A. (2026). Bentuk ungkapan seksis dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(1). https://doi.org/10.36232/frasaunimuda.v7i1.4984
Muzakka, M. (2017). Perjuangan kesetaraan gender dalam karya sastra. NUSA, 12(3), 30-38.
Nurgiyantoro, B. (2010). Teori pengkajian fiksi. Gadjah Mada University Press.
Quddus, I. A. (2012). Aku lupa bahwa aku perempuan. Pustaka Alvabet.
Ratnawati, I. I. (2018). Eksistensi perempuan dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus: Tinjauan kritik sastra feminis. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya.
Sulistyaniningsih, E., Fatimah, & As'ad. (2022). Aspek feminisme dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. Pujangga, 8(2). https://doi.org/10.47313/pujangga.v8i2.1893
Wahid, U., & Lancia, F. (2018). Pertukaran peran domestik dan publik menurut perspektif wacana sosial Halliday. Jurnal Komunikasi, 11(1).
Wicaksono, A. (2014). Pengkajian prosa fiksi. Garudhawaca.
Zulfika, I. (2022). Kajian sosiologi sastra novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya, 1(3), 147-155. https://doi.org/10.51574/aufklarung.v1i3.412




