Analisis Bentuk Lingual Leksikon Tumbuhan Obat pada Suku Karo di Desa Kuta Gerat, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo: Kajian Ekolinguistik

Analysis of the Lingual Forms of Medicinal Plant Lexicons among the Karo Ethnic Group in Kuta Gerat Village, Tigabinanga District, Karo Regency: An Ecolinguistic Study

Authors

  • Della Putri Dwinanda Br Kacaribu Universitas Sumatera Utara
  • Dwi Widayati Universitas Sumatera Utara
  • Latifah Yusri Nasution Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2696

Keywords:

Leksikon Tumbuhan Obat, Suku Karo, Ekolinguistik, Bentuk Lingual, Pengetahuan Tradisional

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan leksikon tumbuhan obat pada suku Karo di Desa Kuta Gerat, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo dan mendeskripsikan kognisi pengetahuan masyarakat Desa Kuta Gerat, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo terhadap tumbuhan obat berdasarkan dimensi biologis (ciri-ciri) dan dimensi ideologis (manfaat) dan dimensi sosiologis (interaksi sosial). Penelitian dilakukan melalui empat tahap, yaitu sumber data, pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis. Pada tahap sumber data didapat melalui wawancara langsung kepada informan. Pengumpulan data digunakan metode cakap dengan teknik pancing dan cakap semuka (CS), serta metode simak dengan teknik sadap, Simak Libat Cakap (SLC), rekam, dan catat. Analisis data menggunakan metode padan referensial dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan Hubung Banding Membedakan (HBB), sedangkan penyajian hasil dilakukan secara informal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 70 yang terbagi menjadi 37 kata dasar, 23 kata majemuk, dan 10 frasa. Leksikon tumbuhan obat, seperti alia, belo, sibo, ambat tuah, kumis kucing, mahkota dewa, besi-besi sangka simpilet, pede mbiring, dan terabangun meratah, yang diklasifikasikan dalam bentuk kata, dan frasa. Tumbuhan obat tersebut dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit, sakit perut, terkilir, patah tulang. Temuan ini mencerminkan adanya interaksi, interelasi, dan interdependensi antara masyarakat dengan lingkungan alam, serta menunjukkan keterkaitan erat antara bahasa, flora, dan budaya masyarakat setempat.

References

Adliza, O. dan F. Usman. (2021). Leksikon Verba dan Nomina Bahasa Tanjung Pucuk Jambi Kabupaten Tebo Provinsi Jambi dalam Lingkungan Perladangan: Kajian Ekolinguistik. LINGUA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya , 18(1).

Fill, A., & ühlhäusler, P. (Eds.). (2001). The ecolinguistics reader: Language, ecology, and environment. Continuum.

Larassati, A., & Kartika, T. (2019). Inventarisasi Tumbuhan Berkhasiat Obat di Sekitar Pekarangan di Kelurahan Sentosa. In Jurnal Indobiosains (Vol. 1, Number 2). http://univpgri-palembang.ac.id/e_jurnal/index.php/biosains

Maha, R, F., & Widayati, D. (2020). Pemahaman Ekoleksikon Perladangan pada Usia Remaja di Gunung Meriah, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi. Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA), 3(3), 112–118. https://doi.org/10.32734/lwsa.v3i2.899

Mahsun. (2017). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Rajawali Pers.

Mbete, A. M. (2013). Penuntun Singkat Penulisan Proposal Penelitian Ekolinguistik. Vidia.

Ndruru, M. (2020). Leksikon Flora pada Bolanafo Bagi Guyub Tutur Nias Kajian Ekolinguistik. Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, 8(2).

Rubiah, Djufri, & Muhibbuddin. (2015). Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat Penyakit Kulit pada Masyarakat Kabupaten Pidie. Jurnal Biologi Edukasi , 7, No. 1.

Simanjuntak, E., Widayati, D., Kudadiri, A. (2024). Pemahaman Remaja Terhadap Leksikon Pengobatan Tradisional Kajian Ekolinguistik. Journal Of Social Science Research, 4 Nomor 5.

Subiyanto, A. (2013). Ekolinguistik: Model Analisis dan Penerapannya. Jurnal Ilmiah Kajian Humaniora, 18, Nomor 2.

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar penelitian Wacana Kebudayaan Secara Linguistis. Duta Wacana.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa Pengantar Penelitian Wacana Kebudayaan Secara Linguistik. Duta Wacana University Perss.

Syahfitri, L. S. A., Nastiti, K., Kurniawati, D., Rohama. (2024). Etnomedicine Tumbuhan Obat di Masyarakat Desa Belangian, Kalimantan Selatan . Journal of Pharmaceutical Care and Sciences, 4 (2).

Tarigan, K. E., Sibarani, R., Widayati, D., & Dardanila. (2025). Lexical metaphors in Minyak Pengalun: Unveiling the ecological and cultural identity of Karo tradition. Research Journal in Advanced Humanities, 6(2). https://doi.org/10.58256/6nq19554

Widayati, D. (2019). Diversity of Culinary Ecolexicon of Main Cuisine in Malay Communities on the East Coast of North Sumatra. JURNAL ARBITRER, 6(2), 113–121. https://doi.org/10.25077/ar.6.2.113-121.2019

Downloads

Published

2026-05-23

How to Cite

Della Putri Dwinanda Br Kacaribu, Dwi Widayati, & Latifah Yusri Nasution. (2026). Analisis Bentuk Lingual Leksikon Tumbuhan Obat pada Suku Karo di Desa Kuta Gerat, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo: Kajian Ekolinguistik: Analysis of the Lingual Forms of Medicinal Plant Lexicons among the Karo Ethnic Group in Kuta Gerat Village, Tigabinanga District, Karo Regency: An Ecolinguistic Study. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 11(3), 1373–1380. https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2696