Analisis Klausa Bebas pada Cerpen Langit yang Patah Karya Gazali Ligawa
Analysis of Independent Clauses in the Short Story Langit yang Patah by Gazali Ligawa
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2750Keywords:
klausa bebas, cerpen, analisis kebahasaan, karya sastra, sintaksisAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian sintaksis dalam membaca struktur bahasa karya sastra, khususnya cara klausa bebas membangun keutuhan makna, alur, dan ekspresi tokoh dalam cerpen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk klausa bebas dalam cerpen “Langit yang Patah” karya Gazali Ligawa serta menjelaskan fungsi sintaksis dan estetisnya dalam membangun makna naratif. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks cerpen “Langit yang Patah” yang dipublikasikan pada laman Pikiran Rakyat Boltim. Data penelitian berupa satuan klausa bebas yang dikumpulkan melalui teknik baca, simak, dan catat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, deskripsi struktur sintaksis, dan penafsiran fungsi berdasarkan kategori klausa bebas. Hasil penelitian menunjukkan adanya 30 klausa bebas yang terdiri atas klausa verbal dan klausa nonverbal. Klausa verbal meliputi klausa transitif aktif, transitif pasif, resiprokal, dan intransitif, sedangkan klausa nonverbal meliputi klausa statif dan klausa ekuasional. Klausa aktif dan klausa intransitif menjadi bentuk yang paling dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa klausa bebas tidak hanya berfungsi sebagai satuan gramatikal yang dapat berdiri sebagai kalimat, tetapi juga menjadi perangkat kebahasaan yang menggerakkan peristiwa, menampilkan kondisi psikologis tokoh, dan memperkuat efek estetis cerpen. Kontribusi penelitian ini terletak pada perluasan kajian klausa bebas dari teks formal menuju teks sastra, sehingga memperkaya pemahaman tentang hubungan antara struktur sintaksis dan pembentukan makna dalam karya sastra.
References
Aritonang, B. (2017). Struktur Klausa Bebas Dayak Tagol. Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 15, (2), 153-164.
Chaer, A. (2012). Linguistik umum. Rineka Cipta.
Hidayat, G. R. P., Nurhaliza, K., Aprilianti, M., & Sitaresmi, N. (2024). Analisis penggunaan klausa bebas dan klausa terikat dalam cerpen “Hujan Kemarin” karya Melissa Amelia Putri. Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 25(1), 137-148.
Hombing, W. B., Nst, A. S. S., Hasibuan, L. A., Ambarita, M. E., & Siregar, M. W. (2024). Analisis penggunaan klausa dalam surat kabar harian Kompas edisi 21 Maret 2024. Jurnal Inovasi Sekolah Dasar.
Kridalaksana, H. (1983). Kamus linguistik. PT Gramedia.
Kridalaksana, H. (2002). Struktur, kategori, dan fungsi dalam teori sintaksis. Universitas Katolik Atma Jaya.
Ligawa, G. (2025). Langit yang patah. Pikiran Rakyat Boltim. https://boltim.pikiran-rakyat.com/cerpen/pr-3089048210/langit-yang-patah?page=2
Nabila, A., Puspita, R., & Sajariah, E. (2025). Analisis klausa pada cerpen Jalan Sunyi Kota Mati karya Radhar Panca Dahana. Kande: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2).
Pratama, A., Astuti, T., & Abid, S. (2023). Analisis Klausa Verbal pada Latar Belakang Artikel Jurnal Silampari Bisa. Jurnal Language Education and Literature, 3(2), 10-19. https://doi.org/10.55123/language.v3i2.2743
Riyadi, R., Nadyatunnisa, G., Tsabitha, A. T. A. N., & Lisnawati, I. (2025). Analisis klausa bebas dalam teks pidato perdana Presiden Prabowo Subianto. Journal of Humanities and Social Studies, 3(2), 171-177.
Rumilah, S. (2021). Sintaksis pengantar kemahiran berbahasa Indonesia. CV Revka Prima Media.
Salsabila, H. A., Rohanda, & Nurlinah. (2025). Gaya bahasa dalam syair “Ṣawt Ṣafīr Al-Bulbul” karya Al-Aṣmaʿī (kajian stilistika). Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 10(4), 1470-1488. https://doi.org/10.36709/bastra.v10i4.1818
Setyawati, N., Indrariani, E. A., & Kurniawan, L. A. (2024). Peran sintaksis kalimat tunggal berpredikat verba transitif dalam cerpen terbaik di Cerpenmu.com. Widyaparwa, 52(2), 283–300.
Sidiq, U., & Choiri, M. M. (2019). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan. CV Nata Karya.
Tarigan, H. G. (2021). Prinsip-prinsip dasar sintaksis. Angkasa.




