Nilai-Nilai Budaya dalam Seloko Adat Pernikahan Masyarakat Desa Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi: Kajian Antropologi Sastra
Cultural Values in the Traditional Marriage Seloko of the Sungai Gelam Village Community, Muaro Jambi Regency: An Anthropological Literature Study
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2786Keywords:
nilai budaya, seloko adat pernikahan, antropologi sastra, kearifan lokal, Melayu JambiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam seloko adat pernikahan masyarakat Desa Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi sastra. Data penelitian berupa 11 seloko adat yang diperoleh melalui metode observasi, wawancara mendalam bersama pemangku adat, dan perekaman langsung saat prosesi berlangsung. Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data melalui transkripsi dan pengelompokkan tema, penyajian data dalam bentuk uraian teks seloko, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seloko pernikahan mendokumentasikan lima dimensi nilai budaya secara utuh, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan (ketakwaan dan berserah diri), alam (kesadaran ekologis), masyarakat (saling menghormati, musyawarah, kerukunan), orang lain (kebijaksanaan, memaafkan, kesopanan), dan diri sendiri (berani dan rendah hati). Temuan kebaruan penelitian ini mengungkap bahwa teks seloko bersifat polisemik dan multi-nilai; satu bait tuturan yang sama mampu memancarkan nilai vertikal-spiritual dan horizontal-sosial.
References
Alfiyah, A. (2023). Musyawarah Berdaya Komunikasi. Alamtara: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 7, 122–138.
Angelita, P. M. (2024). Analisis Nilai-Nilai Sosial Budaya Dalam Seloko. KRINOK: Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah FKIP UNJA, 3(3), 87–96. https://doi.org/10.22437/krinok.v3i3.37337
Djamaris, E. (1996). Nilai budaya dalam beberapa karya sastra Nusantara: Sastra daerah di Kalimantan. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Fitriyani, A., Yusra, D., & Pratama, D. R. (2025). Nilai-Nilai Budaya Dalam Seloko Adat Perkawinan Masyarakat Desa Pemunduran Jambi. 15(September), 383–395. https://doi.org/10.33087/dikdaya.v15i2.840
Hasni, M. (2024). Peran Budaya dalam Meningkatkan Toleransi dan Kerukunan Beragama di Masyarakat. Multidisiplin, 25–35.
Karim, M. (2015). Menyelisik sastra Melayu. Yogyakarta: Deepublish.
Kencana, F. S. (2024). Nilai Budaya dalam Kumpulan Cerita Rakyat dari Bengkulu 2 Karya Naim Emel Prahana. Repository UIN FAS Bengkulu, 2022, 13–50.
Priantini, N. B. S., Suyanto, & Sri, A. P. (2020). Makna Istilah , Ungkapan , dan Peribahasa dalam Seloko Adat Tunjuk Ajar Tegur Sapo Pada Tradisi Pernikahan Masyarakat Jambi. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 15(2), 273–281. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/nusa/article/view/32100
Purba, A., Pandapotan, T., & Manosor, G. (2025). Nilai Budaya Seloko Adat Melayu Jambi sebagai Bahan Ajar Berbasis. 10(1), 15–26.
Rahma, M. P. (2022). Filosofis Dan Nilai-Nilai Keislaman Dalam Seloko Adat Melayu Jambi Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Jambi. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah, 1(3), 65–73. https://doi.org/10.22437/krinok.v1i3.20860
Rahmawati, D. (2021). Nilai-Nilai Sosial Dan Budaya Dalam Tradisi Mantu Poci Di Kota Tegal Jawa Tengah (Kajian Antropologi Sastra). Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pengajarannya, 2(2), 1–18. https://doi.org/10.22515/tabasa.v2i2.3852
Sahril. (2013). Nilai Budaya dan Pendidikan Karakter dalam Cerita Rakyat Sumatera Utara: Suatu Kajian Model Skema Aktan dan Skema Fungsi Greimas. Madah, 4, 208–225.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Ed. 2). Alfabeta.
Suhardianto, & Fitrah, Y. (2018). Seloko Adat Jambi: Kajian Struktur, Fungsi Pragmatik dan Fungsi Sosial. DIKBASTRA, 1(1), 79–97.
Uluum, D. C., Riswar, H., Prihartini, Y., Musli, & Umasugi, M. K. (2025). Seloko Adat Melayu Jambi: Refleksi Kearifan Lokal Dalam Tradisi Dan Budaya Masyarakat Melayu Jambi. Rihlah: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan, 13(01), 1–14. https://doi.org/10.24252/rihlah.v13i01.56778
Ong, W. J. (2012). Orality and literacy: The technologizing of the word (3rd ed.). Routledge.




