SEMIOTIK DALAM SASTRA LISAN DI JAWA TIMUR

Authors

  • Heny Subandiyah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Universitas Negeri Surabaya
  • Haris Supratno Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Universitas Negeri Surabaya
  • Resdianto Permata Raharjo Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36709/bastra.v7i4.132

Keywords:

sastra lisan, semiotik, ikon, indeks, dan simbol

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menemukan dan mendeskripsikan semiotik dalam sastra lisan di Jawa Timur yang mencakup: (1) semiotika yang terkait dengan ikon dalam sastra lisan di Jawa Timur (2) semiotika yang terkait dengan indeks dalam sastra lisan di Jawa Timur, (3) semiotika yang terkait dengan simbol dalam sastra lisan di Jawa Timur sebagai media pendidikan karakter bagi generasi milenial di era digital serta sebagai sarana penggalian, pelestarian, dan pengembangan budaya lokal untuk memperkuat dan memperkaya khasanah kebudayaan nasional. Metode penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Objek penelitiannya adalah sastra lisan di Jawa Timur sebagai media pendidikan karakter generasi milenial di era digital. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan, wawancara, perekaman, dan pencatatan. Teknik analisis data secara deskriptif dengan langkah-langkah: reduksi data, klasifikasi data, analisis data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini merupakan penemuan ikon yang memiliki hubungan antara ruwatan dengan hal mistis yang ada dalam cerita, indeks yang terkadung dalam analisis adalah adanya hubungan antara ruwatan yang dipercaya masyarakat madura yang nantinya jika tidak dilaksanakan akan menimbulkan petaka, sedangkan simbol yang terkandung dalam cerita sastra lisan di Jawa Timur adalah makna simbol yang tidak dapat dipisahkan antara simbol dan makna pada Roro Anteng dan Jaka Seger yang di mana mereka mengingkari janji dan menyebabkan Gunung Bromo meletus.

References

Creswell, John W. (2015a). Research Design, Penedekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed

Isnanda. Romi. 2018. Sastra Lisan Sebagai Cerminan Kebudayaan Dan Kearifan Lokal Bagi Masyarakat. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah. Volume 3 Nomor 2 Halaman 500-503 April 2018.

Murrel, 1977. Merrell, Floyd. 1997. Peirce, Signs, and Meaning. Toronto Buffalo London: University of Toronto Press.

Robinson, Andrew. (2010). God and the World of Signs: Trinity, Evolution, and the Metaphysical

Rustanti, Liliyek Puji & Bambang Indiatmoko. 2017. Ajaran dan Pemikiran Sunan Kalijaga pada Legenda Penamaan Desa di Masyarakat Demak. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. 6 (3) (2017) : 265 – 272.

Semiotics of C.S.Peirce. Leiden. Boston: BrilEmzir & Saifur R. 2015. Teori dan Pengajaran Sastra. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Supratno, Haris. 2010. Sosiologi Seni, Wayang Sasak Lakon Dewi Rengganis dalam Konteks Perubahan Masyarakat di Lombok. Surabaya: University Press.

Waskita, dana dkk. 2011. Sastra Lisan Sebagai Kekuatan Kultural Dalam Pengembangan Strategi Pertahanan Nasional Di Pelabuhan Ratu Jawa Barat. Jurnal Sosioteknologi Edisi 23 Tahun 10, Agustus 2011. Hal. 1093-1102.

Downloads

Published

2022-12-06

How to Cite

Heny Subandiyah, Haris Supratno, & Permata Raharjo, R. (2022). SEMIOTIK DALAM SASTRA LISAN DI JAWA TIMUR. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 7(4), 634–638. https://doi.org/10.36709/bastra.v7i4.132