ANALISIS KLAUSA DALAM KALIMAT MAJEMUK PADA NOVEL ”LAYAR TERKEMBANG” KARYA ST. TAKDIR ALISJAHBANA
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v10i3.1360Keywords:
Clause; compound sentence; novel, Layar Terkembang; descriptive; qualitativeAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klausa dalam kalimat majemuk pada novel Layar Terkembang karya St. Alisjahbana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif digunakan untuk menyajikan data berdasarkan fakta yang sebenarnya sebagaimana ditemukan dalam novel Layar Terkembang karya St. Alisjahbana. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis klausa dalam kalimat majemuk. Hal ini dilakukan dengan cara membaca novel Layar Terkembang, kemudian dianalisis oleh peneliti terkait klausa dalam kalimat majemuk, khususnya pada Bab 2 novel tersebut. Berdasarkan temuan penelitian, terdapat 4 klausa bebas dan 2 klausa terikat dalam kalimat majemuk setara. Selain itu, terdapat 6 klausa terikat dan tidak ditemukan klausa bebas dalam kalimat majemuk bertingkat. Dengan demikian, jumlah total klausa bebas adalah 4 dan jumlah total klausa terikat adalah 8, sebagaimana ditemukan dalam kalimat majemuk pada novel Layar Terkembang karya St. Alisjahbana.
References
Djafar, H. (2017). Penggunaan kalimat majemuk dalam karya tulis mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Jurnal, 9(2).
Fitriyah Qolbi, M., & Maulina, M. (2023). Analisis klausa pada surat kabar Kompas dalam rubrik pendidikan. Jurnal, 1(1).
Hasan, H. (2022). Relasi temporal antarklausa dalam kalimat majemuk bertingkat pada Koran Kompas. Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan), 3(1), 17–22. https://doi.org/10.54371/ainj.v3i1.109
Faisa Chidni, N., Hurri, N., & Utomo, A. P. Y. (2022). Analisis penggunaan klausa pada cerpen “Cinta Tak Ada Mati” karya Eka Kurniawan. Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris, 2(1).
Tarmini, S. Y. W., & Agustina, E. S. (2015). Kalimat majemuk pada novel Rantau 1 Muara dan implikasinya sebagai bahan ajar. Jurnal Kata Bahasa dan Pembelajarannya.
M-plus. (n.d.). Satuan lingual yang mengandung pronomina persona.
Masfufah, N. (2023). Analisis klausa dalam kalimat majemuk pada novel Runtuhnya Martadipura karya Johansyah Balham: Kajian sintaksis. LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan, 18(1), 46–57. https://doi.org/10.26499/loa.v18i1.6045
Lizawati. (n.d.). Pendidikan karakter tokoh wanita dalam novel Layar Terkembang karya Sultan Takdir Alisjahbana. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, IKIP PGRI Pontianak.
Rusmayanti, S., & Ristiani, I. (2024). Analisis klausa dalam kalimat majemuk pada novel Wedding Agreement bab Bukan Pernikahan Impian karya Mia Chuz. Sintaksis: Publikasi Para Ahli Bahasa dan Sastra Inggris, 2(2), 15–24. https://doi.org/10.61132/sintaksis.v2i2.399
Tarmini, S. Y. W., & Agustina, E. S. (2015). Kalimat majemuk pada novel Rantau 1 Muara dan implikasinya sebagai bahan ajar. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Unila
Wini Tarmini, S. Y., & Sulistiawati. (2019). Klausa. Sintaksis Bahasa Indonesia, 1–138.




