REPRESENTASI EMOSI DAN PERASAAN DALAM LIRIK LAGU ”MONOLOG” KARYA PAMUNGKAS
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i2.2510Keywords:
Representasi, emosi, perasaan, psikologi analitikAbstract
Lirik lagu tidak sekadar menghadirkan ekspresi estetis, tetapi juga merekam dinamika psikis yang bekerja di balik pengalaman manusia. “Monolog” karya Pamungkas memperlihatkan bagaimana bahasa puitis menjadi medium artikulasi konflik batin yang bergerak dari ketegangan emosional menuju kestabilan perasaan. Kajian ini memosisikan lirik sebagai representasi simbolik dari proses psikologis yang berlangsung secara bertahap, dengan menautkannya pada kerangka psikologi analitik Carl Gustav Jung. Melalui pendekatan kualitatif interpretatif, data berupa satuan lingual dalam lirik dianalisis menggunakan teknik simak-catat untuk menelusuri jejak emosi, ketidaksadaran personal, serta fungsi perasaan dalam struktur teks. Pembacaan menunjukkan bahwa fase awal lirik ditandai oleh dominasi emosi yang intens, sporadis, dan cenderung destruktif sebagai manifestasi konflik antara ego dan ketidaksadaran. Simbol kegelapan, diam, dan keterasingan mengindikasikan tekanan psikis yang belum terintegrasi. Pada fase berikutnya, terjadi pergeseran signifikan menuju perasaan (feeling) yang lebih stabil dan reflektif, di mana tokoh lirik mulai melakukan evaluasi batin secara sadar terhadap relasi yang dijalani. Cinta dan rindu tidak lagi tampil sebagai gejolak emosional, melainkan sebagai konstruksi makna yang tenang, konsisten, dan penuh penerimaan. Transformasi makna keheningan dari simbol stagnasi menjadi ruang harmoni menegaskan adanya integrasi psikis. Temuan ini menguatkan bahwa lirik lagu mampu merepresentasikan proses individuasi, yakni pergerakan dari konflik internal menuju keseimbangan batin. Pergeseran dari emosi menuju perasaan menandai kematangan psikologis individu dalam memaknai pengalaman relasional secara lebih utuh dan sadar.
References
Rahmasari, A. (2023). Representasi kesehatan mental dalam lirik lagu Secukupnya karya Hindia (Analisis semiotika Ferdinand de Saussure). INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3, 11764–11777.
Azmi, A., & Insani, H. (2025). Representasi simbolik pemulihan emosional melalui lirik dan unsur musikal lagu Membasuh. 1(1), 54–66.
Chintya, R., & Sit, M. (2024). Analisis teori Daniel Goleman dalam perkembangan kecerdasan emosi anak usia dini. 4(1), 159–168. https://doi.org/10.37680/absorbent
Haedariah, H., & Kasmarita, A. (2023). Analisis gaya bahasa pada lirik lagu dalam album Manusia karya Tulus. 1(2), 143–155.
Hanif, S. (2022). Representasi makna lirik lagu Dīn As-Salām dalam tinjauan teori sastra Arab.
Khasanah, S. (2025). Campur kode pada akun YouTube Najwa Shihab. 5(4), 3057–3065.
Kurniawan, A. A. (2025). Representasi trauma keluarga dan komunikasi emosional dalam film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini karya Angga Dwimas Sasongko (Analisis semiotika Roland Barthes). 11(9).
Latifa, N., Nucifera, P., & Samudra, U. (2024). Analisis puisi Kepada Kawan karya Chairil Anwar dengan pendekatan ekspresif. 4(3), 384–392.
Prasasti, M. P. (2023). Denotasi dan konotasi dalam lirik lagu To the Bone karya Pamungkas. xx, 1–8.
Nola, E., & Putri, D. (2023). Integrasi lagu dalam rencana pembelajaran tematik di sekolah dasar. 1, 53–56.
Rahma, K., Abdullah, A., Indallaila, I., Anugerah, R., & Santoso, A. (2024). Representasi makna self-improvement pada lirik lagu Tulus “Diri.” Journal Karimah Tauhid, 3, 4903–4916.
Riswari, A. A. (2023). Representasi romantisme dalam lirik lagu Jatuh Suka karya Tulus: Kajian semiotika Peirce. 2(3), 101–105.
Salama, F. A. (2022). Representasi domestifikasi peran ibu dalam iklan Nutella Mummypedia. 3(4).
Sarujin, S. (n.d.). Campur kode perulangan kata dalam novel Radikus Makankakus karya Raditya Dika (Kajian sosiolinguistik), 1–8.
Cahya, S. I. A. (2022). Musik sebagai media komunikasi ekspresi cinta (Analisis semiotika lirik lagu “Rumah ke Rumah” karya Hindia), 246–254.
Anggraini, S. R. (2022). Representasi kepribadian introvert pada tokoh utama dalam novel Introver karya M. F. Hazim (Tinjauan psikoanalisis Carl Gustav Jung).
Suhartini, S., Nugroho, B. A., & D. D. (2025). Ketidaksadaran tokoh Elysa dalam novel Reflection: Bulan Itu. Juni. Bulan Tragedi. karya Aya Swords dkk: Kajian psikologi analitik Carl Gustav Jung. 9, 49–68.




