Representasi Budaya dan Identitas Masyarakat Bugis dalam Film Jodoh 3 Bujang: Analisis Teori Representasi Stuart Hall
Representation of Bugis Culture and Identity in the Film Jodoh 3 Bujang: An Analysis Using Stuart Hall’s Representation Theory
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2655Keywords:
Representasi budaya, identitas bugis, film, Stuart Hall, semiotikaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya dan identitas masyarakat Bugis dalam film Jodoh 3 Bujang (2025) karya Arfan Sabran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Stuart Hall yang berfokus pada proses encoding dan decoding dalam membangun makna budaya. Data diperoleh melalui observasi terhadap adegan, dialog, serta simbol budaya dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi patriarki direpresentasikan melalui dominasi figur ayah dalam pengambilan keputusan keluarga yang berkaitan dengan konsep siri sebagai tanggung jawab kolektif. Uang panai mengalami pergeseran makna menjadi instrumen stratifikasi sosial yang dipengaruhi oleh standar ekonomi modern. Selain itu, fenomena generasi sandwich memunculkan konflik antara kepatuhan terhadap nilai tradisional dan kebutuhan otonomi individu. Sebagai bentuk resolusi, filosofi maritim natoalia direpresentasikan sebagai upaya rekonstruksi identitas yang resilien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai teks budaya yang merepresentasikan dinamika perubahan nilai dalam masyarakat Bugis di era modern.
References
Acciaioli, G. (2001). Grounds of Conflict, Idioms of Harmony: Custom, Religion, and Nationalism in Violence Avoidance at the Lindu Plain, Central Sulawesi. Indonesia, (72), 81–114. https://doi.org/10.2307/3351482
Anjana, F., Istidhamah, L., Delfi, M. A., Kusuma, M. T. (2025). Siri’na Pacce Dalam Penyelesaian Konflik Hukum Adat Dalam Masyarakat Bugis Makassar. Jurnal Humaniora Dan Sosial Sains, 2(2), 203-209. https://humaniorasains.id/jhss/article/view/97
Apyunita, D. (2023). Cerminan Sosial Tradisi Suku Bugis-Makassar dalam Film Uang Panai’Maha (R) L. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 9(1), 274-291. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i1.2306
Ayuanda, W., Sidabalok, D., and Perangin-angin, A.Br. (2024) ‘Budaya Jawa dalam film primbon: Analisis representasi Stuart Hall’, ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 7(2), pp. 440–449. https://doi.org/10.33503/alfabeta.v7i2.4184
Jamalulail, J., Sigit, R. R., & Atmaja, J. (2022). Representasi Budaya Bugis Makassar Dalam Film Tarung Sarung (Analisis Semiotika Roland Barthes). Jurnal Media Penyiaran, 2(2), 136-147. https://doi.org/10.31294/jmp.v2i2.1707
Karkono, K., Maulida, J., & Rahmadiyanti, PS (2020). Budaya patriarki dalam film Kartini (2017) karya Hanung Bramantyo. Kawruh: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra dan Budaya Lokal , 2(1). https://doi.org/10.32585/kawruh.v2i1.651
Kara, ZBB, & Hafidz, H. (2025). Analisis Semiotika Representasi Budaya dan Isu Sosial dalam Film Animasi The Journey: Studi Kasus Nilai-Nilai Perjuangan. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru , 10 (3), 1938-1943. https://doi.org/10.51169/ideguru.v10i3.1851
Mulya M. & Subaidi S. (2023). GENDERED CULTURES: ECONOMI CAPITAL DALAM BUDAYA SIRI’PERNIKAHAN MASYARAKAT BUGIS DI TANAH MELAYU. Gemi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian, 3(1), 1-18. https://doi.org/10.47200/gemi.v3i1.2167
Marbun, Y. T. D., Tampubolon, T. C., & Simanungkalit, K. E. (2025). Representasi Nilai Sosial Budaya dalam Film “Lamaran”: Refleksi Identitas Budaya Batak Toba di Era Modern: Representation of Social and Cultural Values in the Film" Lamaran": Reflections on Batak Toba Cultural Identity in the Modern Era. Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organisation, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures, 1(2), 93-102. https://doi.org/10.64674/boraspatijournal.v2i1.9 z
Nurmila, N. (2015). Pengaruh budaya patriarki terhadap pemahaman agama dan pembentukan budaya. KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman, 23(1), 1-16.
Puspasari, C., Masriadi, M., & Yani, R. (2020). Representasi Budaya dalam Film Salawaku. Jurnal Jurnalisme, 9(1), 18. https://doi.org/10.29103/jj.v9i1.3097
Riadiska, E. & Tanjung, S. (2023). Penerimaan Komunitas Montase terhadap Representasi Ras Asia di Amerika dalam Film Minari. KOMUNIKATIF: Jurnal Ilmiah Komunikasi, 12(2), 200-211. https://doi.org/10.33508/jk.v12i2.4635.
Sahaka, F. (2024). FILM UANG “PANAI MAHA(R)L”: MEMPERTAHANKAN NILAI
BUDAYA ATAU AJANG GENSI. Jurnal Industri Kreatif Dan Inovatif, 2(2), 64–67. https://doi.org/10.61696/visisakti.v2i2.601
Shafinas, C. A., Santoso, H., Saleh, A., & Pranata, R. T. H. (2024). Representasi Budaya Sulang-Sulang Pahompu dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap (Analisis Semiotika John Fiske). Citizen: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 4(3). https://doi.org/10.53866/jimi.v4i3.618
Sholichah, I. M. A., Putri, D. M., & Setiaji, A. F. (2023). Representasi Budaya Banyuwangi Dalam Banyuwangi Ethno Carnival: Pendekatan Teori Representasi Stuart Hall. Education: Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 3(2), 32-42. https://doi.org/10.51903/education.v3i2.332
Sabran, A. (2025). Film Jodoh 3 Bujang. Starvision; Rhaya Flicks
Tazakka, M. S., Dewa, R. P., & Putro, A. A. R. (2020). Representasi Nilai-Nilai Budaya Jawa Pada Film (Studi Semiotika Representasi Nilai-Nilai Budaya Jawa Pada Film “Mantan Manten” Karya Farishad Latjuba). Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(4), 161-177.
Wibisono, P., & Sari, Y. (2021). Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Film Bintang Ketjil Karya Wim Umboh Dan Misbach Yusa Bira. Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi, 7(1), 30-43. https://doi.org/10.32509/dinamika.v7i1.1406




