BENTUK DAN FUNGSI GAYA BAHASA DALAM TUTURAN KOMIKA PADA COMIC 8 REVOLUTION WILAYAH MEDAN: KAJIAN STILISTIKA
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i2.2675Keywords:
Stilistika, gaya bahasa, stand up comedyAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi gaya bahasa dalam tuturan komika pada stand up comedy Comic 8 Revolution Medan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami penggunaan bahasa sebagai strategi dalam membangun humor sekaligus menyampaikan kritik soA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi gaya bahasa dalam tuturan komika pada stand up comedy Comic 8 Revolution Medan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami bagaimana bahasa digunakan sebagai strategi untuk membangun humor sekaligus menyampaikan kritik sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa video pertunjukan Comic 8 Revolution Medan yang diakses melalui platform YouTube. Data penelitian berupa tuturan komika yang mengandung gaya bahasa dan dipilih secara purposif, dengan total 25 tuturan dari beberapa komika Medan yang dianalisis. Data dikumpulkan melalui observasi, transkripsi, serta klasifikasi berdasarkan bentuk dan fungsi gaya bahasa menurut teori stilistika Geoffrey Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk gaya bahasa yang dominan meliputi ironi, hiperbola, repetisi, dan paradoks yang digunakan secara kreatif dalam membangun efek humor. Sementara itu, fungsi gaya bahasa bersifat multifungsional dengan kecenderungan dominasi fungsi ekspresif yang sering muncul bersamaan dengan fungsi estetik, terutama dalam tuturan yang memanfaatkan pengulangan dan permainan diksi. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya bahasa dalam stand up comedy tidak hanya berfungsi menciptakan kelucuan, tetapi juga menjadi medium untuk mengekspresikan pengalaman personal, menyampaikan kritik sosial, serta merepresentasikan identitas budaya lokal.
sial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan komika yang diperoleh dari video pertunjukan pada platform digital. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, transkripsi, serta klasifikasi berdasarkan aspek linguistik dan fungsi bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk gaya bahasa yang dominan meliputi diksi, struktur wacana, ritme, dan pola sintaksis yang dimanfaatkan secara kreatif melalui penyimpangan dan pengulangan bahasa. Sementara itu, fungsi gaya bahasa yang ditemukan bersifat multifungsional dengan dominasi fungsi ekspresif dan estetik, disertai fungsi informatif, direktif, dan imajinatif. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya bahasa tidak hanya berfungsi untuk menciptakan humor, tetapi juga menjadi medium untuk mengekspresikan pengalaman, menyampaikan kritik sosial, serta merepresentasikan identitas budaya lokal.
References
Asrilah, A., & Manaf, N. A. (2025). Gaya bahasa sindiran dalam stand up comedy dan fungsi pragmatik. Jurnal Linguistik Indonesia, 43(1), 45–60.
Azhar, A., & Fitrawati, F. (2023). The Analysis of Language Style Used in Indonesian Stand-Up Comedy Shows. English Language and Literature. https://doi.org/10.24036/ell.v12i1.120518
Bunga, F., & Dawud, D. (2021). Penciptaan Humor pada Penampilan Stand up Comedy Indonesia (SUCI) Season 6. 1(9), 1201–1216. https://doi.org/10.17977/UM064V1I92021P1201-1216
Chaer, A. (2012). Linguistik umum. Rineka Cipta.
Gustyawan, T., & Yuliadi, K. (2022). Identitas dan kritik dalam stand up comedy. Jurnal Cerano Seni, 1(01), 47–57. https://doi.org/10.22437/cs.v1i01.18416
Halliday, M. A. K., & Matthiessen, C. (2014). Halliday’s introduction to functional grammar (4th ed.). Routledge.
Ilham, M., & Samatan, N. (2021). Bahasa dan identitas sosial dalam stand up comedy Indonesia. Jurnal Komunikasi, 13(2), 120–134.
Junita, R. (2022). Analisis gaya bahasa dalam pertunjukan stand up comedy. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(1), 55–67.
Keraf, G. (2010). Diksi dan gaya bahasa. Gramedia Pustaka Utama.
Khairuddin, S. (2024). Pesan Kritik Sosial Guzman Sige. Bandung Conference Series Communication Management, 4(2), 810–817. https://doi.org/10.29313/bcscm.v4i2.15240
Leech, G. (1969). A linguistic guide to English poetry. Longman.
Leech, G. (1981). Style in fiction: A linguistic introduction to English fictional prose. Longman.
Leech, G. (2007). Language in literature: Style and foregrounding. Pearson Longman.
Leech, G., & Short, M. (2007). Style in fiction (2nd ed.). Pearson Longman.
Lubis, M. S. (2017). Kemerdekaan gaya bahasa Raditya Dika dalam stand up comedy (Skripsi). STKIP Tapanuli Selatan.
Margareta, T., Wardarita, R., & Effendi, D. (2022). Gaya bahasa dalam kompetisi stand up comedy melalui YouTube Raditya Dika. Jurnal Pendidikan Bahasa, 11(2), 150–162.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.
Nurhadi. (2019). Bahasa sebagai media kritik sosial dalam stand up comedy. Jurnal Kajian Bahasa, 8(1), 25–38.
Nurhayati. (2022). Stand up comedy sebagai media komunikasi kritik sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(1), 77–89.
Riyadi, S., & Fadhilah, N. (2020). Gaya bahasa dalam humor sebagai media kritik sosial. Jurnal Bahasa dan Budaya, 9(2), 101–115.
Sari, M. D., Muslikhin, M., & Yufriadi, E. (2016). Social Portrait Of East Indonesia In Indonesian Stand-up Comedy.
Sinabang, R. S. M., & Rosmaini. (2020). Analisis gaya bahasa komika dalam komunitas Stand Up Indo Medan. Jurnal Sastra Indonesia, 9(3), 210–220.
Waugh, L. R. (2015). The poetic function in the theory of Roman Jakobson. Poetics Today, 36(3), 287–316.
Winarsih, S. (n.d.). Stand-up comedy: the relation between language and culture. https://doi.org/10.35796/kaling.8.1.2020.29098
Yudhi, L., & Sadono, T. P. (2018). Komodifikasi nilai nasionalisme sebagai identitas sosial melalui tetralogi stand up comedy pandji pragiwaksono. 4(02), 095–117. https://doi.org/10.30813/BRICOLAGE.V4I02.1655
Yuliana, Y. (2021). Gaya bahasa komika stand up Indo Jakarta dalam menyampaikan kritik sosial. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 89–102.
Yunira, D., et al. (2019). Dimensi makna dalam kajian stilistika. Jurnal Linguistik Terapan, 7(1), 33–47.




