PRESUPOSISI TOKOH -TOKOH DALAM NOVEL LEBIH SENYAP DARI BISIKAN KARYA ANDINA DWIFATMA

Authors

  • Desi Indah Sari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Masnunah Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Liza Murniviyanti Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36709/bastra.v7i4.27

Keywords:

presuposisi; lebih senyap dari bisikan; Andina Dwi Fatma.

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan Presuposisi tokoh-tokoh dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwi Fatma yang mengkhususkan pada Presuposisi Eksistensial, Leksikal, Faktif, Non Faktif, Struktural, dan Konter Faktual. Metode penelitian yang digunakan dalam metode ini yaitu metode deksriptif kualitatif. Sumber data dan objek penelitian ini bersumber pada novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwi Fatma. Tekhnik analisis data yang digunakan adalah tekhnk dokumentasi. Hasil analisis yang diperoleh yaitu berupa pertama, terdapat sebanyak 13 tuturan yang mengandung presuposisi eksistensial, kedua, timbulah sebanyak 7 tuturan yang berisi persuposisi faktif, ketiga, presuposisi leksikal timbul dari tuturan yang dianalisis sebanyak 14 tuturan, keempat, terdapat 4 tuturan yang mengandung presuposisi non faktif, kelima, sebanyak 13 tuturan yang berisi presuposisi struktural dalam novel tersebut dan keenam, terdapat 12 presuposisi konter faktual dari tuturan yang dianalisis.

References

Agustina, R., Arifianti, I., & Kustriyono, E. (2021). Pranggapan Non Faktif jaksa dalam persidangan di pengadian negri pekalongan dan implikasi dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi di Smk kelas X. Konfrensi ilmiah Pendidikan universitas pekalongan, 695.

Agustina, R., Arifianti, I., & Kustriyono, E. (2021). Pranggapan non faktif jaksa dalam persidangan di pengadilan negri pekalongan dan implikasi pembelajaran teks laporan hasil observasi di Smk kelas X. Konferensi ilmiah pendidikan universitas pekalongan, 694.

Masnunah. (2018). Strategis Kesantunan Berbahasa Di Pengadilan . Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia , 21.

Moleong, l. (2006). metedologi penelitian kualitatif. bandung: remadja,rosdakarya.

Mulyana. (2005). Teori Metode dan Aplikasi Prinsip-prinsip analisis wacana. yogyakarta: Tiara Wacana.

Nadar, f. (2006). penolakan bahasa inggris dan bahasa Indonesia kajian pragmatik tentang realisasi strategi kesopanan berbahasa. yogyakarta: ppsugn.

Pandiangan, A. (2012). Pranggapan dalam Kartun Sukribo pada Surat Kabar Harian Kompas. Skripsi Medan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan Vol 1 No 2, 214.

Rahardi, K. (2002). Pragmatik Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia . Jakarta: Erlangga.

Rahuel, R. (2013). Analisis Praanggapan dalam Serial Animasi pada Zaman Dahulu. Pontianak: FKIP UNTAN Pontianak.

Sugiyono. (2021). Metode Peneitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2021). metodologi penelitian kualitatif. bandung: Alfabeta .

Sugiyono. (2021). metodologi penelitian kualitatif. bandung: Alfabeta.

Susanto, D. (2012). Pengantar Teori Sastra. Yogyakarta: CAPS.

Wardiah, D. (2016). Nilai-Nilai Pendidikan Pada Novel Pak Novel Guru Karya Awang Suryo. Prosiding, 210.

Wicaksono, A. (2010). Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka pelajar.

Wijayanti, A. (2016). Presuposisi dan Implikatur pada Stand Up Comedy Indonesia . Transformatika.

Yule , G. (2018). Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yule, G. (2018). Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yule, G. (2018). pragmatik edisi terjemah oleh indah fajar wahyuni romoi mustajab. yogyakarta: pustaka pelajar.

Downloads

Published

2022-10-24

How to Cite

Desi Indah Sari, Masnunah, & Liza Murniviyanti. (2022). PRESUPOSISI TOKOH -TOKOH DALAM NOVEL LEBIH SENYAP DARI BISIKAN KARYA ANDINA DWIFATMA. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 7(4), 565–570. https://doi.org/10.36709/bastra.v7i4.27