Medan Makna Rasa Bahasa Moronene
Keywords:
makna, rasa, bahasaAbstract
Bahasa daerah sebagai bagian dari kebudayaan sangat penting bagi masyarakat
pemakainya terutama sebagai alat komunikasi. Sehinnga memungkinkan saling
pengertian dan saling membutuhkan dalam kehidupan dan keseharin. Selain itu.
Melalui bahasa daerah akan terjalin rasa persatuan dan kesatuan antara masyarakat di
daerah itu. Oleh karena itu, bahasa derah perlu dibina dan dikembangakan melalui
usaha penelitian dari bebagai aspek kebahasaan. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu sebuah metode yang
mendeskripsikan data yang menekankan kualitas (ciri-ciri data yang alami) sesuai
dengan pemahaman deskriptif dan kealamian data yang diperoleh di lapangan. Bahwa
dalam penggunaan metode deskriptif akan diperoleh gambaran data secara alamiah.
Hasil Penelitian menunjukan, bahwa berdasarkan konsepnya, leksem-leksem yang
mengandung medan makna rasa bahasa Moronene tidak selalu diungkapkan dengan
sebuah leksem, atau dalam hal ini leksem Ø (zero atau kosong) dan leksem-leksem Ø
ini, mengisis posisi atau lokasi yang menjadi superordinat dan subordinat.
References
Aliah, Yoceh Darma. 2009. Analisis Wacana Kritis. Bandung: Yrama Widya.
Arti, Ivo Wita. 2014. Medan Makna Rasa Dalam Bahasa Tolaki (skripsi)
.Kendari; Universitas Halu Oleo
Balai Bahasa. 2000. Bunga Rampai (Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra II).
Makassar: Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional.
Candrawati, Ni Luh Komeng, dkk. 2002. Medan Makna Rasa Dalam Bahasa
Bali.Jakarta: Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional.
Cummings, Louise. 2007. Pragmatik Sebuah Perspektif Multidisipliner.
Yogyakarta.
Hadiwidjoyo, M.M Purbo. 1993. Kata dan Makna (Teman Penulis dan
Penerjemah Menemukan Kata dan Istilah). Bandung: ITB.
HP Achmad, Alek Abdullah. 2013. Linguistik Umum. Jakarta: Erlannga.
Katalog. 2008. Bunga Rampai. Kendari. Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi
Tenggara.
Lyons, John. 1995. Pengantar Teori Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.
Leech,Geoffrey. 1994. Prinsip-prinsip Pragmatik. Jakarta: Universitas
Indonesia.
Lubis, A. Hamid Hasan. 2002. Analisis Wacana Pragmatik. Bandung:
Angkasa.
Nardiati Sri, dkk . 1998. Medan Makna Aktivitas Kaki (Dalam Bahasa Jawa).




