Amanat Cerpen Klup Solidaritas Suami Hilang dan Aku Membunuh Munir dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2013

Authors

  • IIS AFRIYANTI Universitas Halu Oleo

Keywords:

amanat, cerpen, kompas

Abstract

Penelitian ini mengangkat tentang amanat dalam cerpen Klup Solidaritas
Suami Hilang Dan Aku Membunuh Munir yang dimuat dalam Kumpulan Cerpen
Pilihan Kompas 2013. Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk (1)
mendeskripsikan amanat dalam cerpen Klup Solidaritas Suami Hilang karya Intan
Paramaditha dan (2) Mendeskripsikan amanat dalam cerpen Aku, Membunuh
Munir karya Seno Gumira Ajidarma.
Hasil penelitian ini ditemukan amanat dalam cerpen Aku Membunuh
Munir karyaSeno Gumira Ajidarma bahwa hadirnya reportase ke dalam teks
cerpen dimaknai sebagai upaya penciptaan kembali sebuah peristiwa sejarah.
Peristiwa sejarah tentang peristiwa kematian Munir. Kematian seorang tokoh
pejuang HAM, Munir Said Thalib. Selain itu, menjadi bukti pernyataan karya
sastra sebagai cerminan masyarakat. Secara tersirat amanat dalam cerpen
mengajak pembaca untuk tidak lupa atas peristiwa terbunuhnya Munir. Tentang
sebuah peristiwa kematian Munir yang hingga kini belum ditemukannya dalang
atau aktor intelektual dalam kasus pembunuhan terhadap Munir.
Cerpen Klub Solidaritas Suami Hilang hadir membawa tema
keperempuanan. Cerita tentang perempuan di belahan dunia barat dan belahan
timur sama-sama mengalami asip ditinggalkan suami. Pada sisi lain tampak pula
citraan perempuan yang melankolis, identik dengan sisi mental yang lemah dan
bentuk kepribadian yang pada umumnya peka terhadap peristiwa tertentu. Hasil
penelitian yang dilakukan, ditemukan amanat cerpen kepada pembaca bahwa
pentingnya untuk mengerti dan sadar tentang upaya saling memahami dan
sepenanggungan. Seperti yang terjadi dalam Klub Solidaritas Suami Hilang.
Amanat yang ditemukan adalah tentang sisi laki-laki. Melalui peninjauan
tersebut dapat kiranya kita memilah bagaimana pengarang mencitrakan laki-laki
yang dengan mudah meninggalkan pasangannya. Perempuan lebih kuat
mengingat.Melalui ini kemudian ditemukan bahwa terdapat amanat sebuah realita
tentang hubungan antar pasangan suami-istri. Umumnya laki-laki dengan watak
yang cepat melupakan bahkan dengan mudah mendapatkan pasangan yang baru.
Perbandingan ini terbalik dengan perempuan yang lebih banyak larut dalam
kenangan masalalunya. Perempuan yang sama-sama ditinggalkan selalu merasa
senasib dan pentingnya sepenanggungan. Bahkan mereka dapat hidup dalam
kesendiriannya untuk menata hidupnya yang baru.

References

Damono, Sapardi Djoko. 1984. Sosiologi Sastra Sebuah Pengantar Ringkas.

Jakarta :

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Budiman, Kris.2000. Kosa Semiotika. Yogyakarta.:LKiS

Pradotokusumo. Partini Sardjno. 2001. Pengkajian Sastra. Jakarta: PT. Gramedia

Pustaka Utama

Pradopo, Rahmat Djoko.2003. Pengkajian Puisi. Yogyakatra: Universitas Gajah

Mada Press.

Ratna, N.K. 2009. Penelitian Sastra: Teori, Metode, dan Teknik. Yohyakarta:

Pustaka Pelajar

Sutardjo, Imam. 2008. Kawruh Basa Saha Kasusastran Jawi. Surakarta: Jurusan

Sastra Daerah FSSR UNS.

Semi, Antar. 1993. Anatomi Sastra. Padang:Angkasa Raya

Wahid, Sugira. 2004. Kapita Selekta Kritik Sastra. Universitas Negeri Makasar:

CV. Berkah Utami Press.

Wellek, Rene dan Warren, Austin. 1989. Teori Kesustraan. Jakarta: PT Gramedia

Downloads

Published

2016-07-01

How to Cite

IIS AFRIYANTI. (2016). Amanat Cerpen Klup Solidaritas Suami Hilang dan Aku Membunuh Munir dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2013. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 1(3), 388–399. Retrieved from https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/652