PERBANDINGAN UNSUR INTRINSIK DUA CERPEN YANG TERKANDUNG DALAM KUMPULAN CERPEN PERASAAN IBU KARYA K. USMAN
Keywords:
perbandingan, cerpen, intristikAbstract
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Untuk
Mendeskripsikan Unsur Intrinsik Pada Cerpen Perasaan Ibu (PI) dan Kapal Kecil
Buat Amin (KKBA) Dalam Kumpulan Cerpen Perasaan Ibu karya K.Usman!
(2) Untuk Mendeskripsikan Perbandingan Unsur Intrinsiks Cerpen Perasaan Ibu
(PI) dan Kapal Kecil Buat Amin (KKBA) Dalam Kumpulan Cerpen Perasaan Ibu
karya K. Usman!
Penelitian
ini
menggunkan metode deskriptif-analitis. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca telaah isi dengan
menggunakan teknik baca dan teknik catat . Data penelitian ini dianalisis dengan
menggunakan pendekatan intertekstual.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Pertama, cerpen
karya K.Usman yang berjudul Perasaan Ibu (PI) dan Kapal Kecil Buat Amin
(KKBA) sama-sama memiliki tema pokok Perasaan Ibu. Kedua, alur yang
terdapat kedua cerpen adalah alur maju.Ketiga, Pada latar cerpen, cerpen
Perasaan Ibu (PI) hanya bergelut pada sekitaran rumah Ibu Mulia sedangkan pada
cerpen Kapal Kecil Buat Amin (KKBA) penggunaan latar yang digunakan
sangatlah bervariatif. Keempat, tokoh yang terdapat pada cerpen Perasaan Ibu
sangatlah sedikit dibandingkan cerpen Kapal Kecil Buat Amin. Kelima, sudut
pandang yang digunakan pada cerpen Perasaan Ibu yaitu menggunakan sudut
pandang persona ketiga (dia).Penggunaan sudut pandang dalam cerpen perasaan
Ibu tersebut memberikan kesan seakan-akan cerita ini lebih mirip dengan
pengalaman pribadi seorang ibu dan sudut pandang pada cerpen Kapal Kecil Buat
Amin menggunakan sudut pandang persona pertama (aku) yang dimana pengarang
seolah-olah berada dalam cerita. Keenam, amanat pada kedua cerpen karya K.
Usman Perasaan Ibu (PI) dan Kapal Kecil Buat Amin (KKBA) yaitu keduannya
sama-sama menyatakan betapa besar dan berhargannya perasaan kasih sayang ibu
bagi seorang anak. Ketujuh, penggunaan gaya bahasa pada kedua cerpen yaitu
menggunakan gaya bahasa pertentangan dan gaya bahasa berbandingan. Pada
cerpen Perasaan Ibu penggunaan gaya bahasa pertentangan yaitu majas
hiperbola. Dan pada gaya bahasa perbandingan perasaan ibu menggunakan majas
Asosiasi. Sedangkan pada cerpen Kapal Kecil Buat Amin (KKBA) pengarang
menggunakan gaya bahasa perbandingan yaitu majas personifikasi dan pada gaya
bahasa pertentangan yaitu majas hiperbola.
References
DAFTAR PUSTAKA
Aminuddin. 2014. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru
Algensindo.
Kosasih, E. 2012. Dasar-dasar Keterampilan Bersastra. Bandung: Yrama Widya.
Musfeptial. 2006. Analisis Struktur Puisi Ibnu Hs. Kalimantan Barat: Depertemen
Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa.
Nur, A. Herlina. 2014. Mantra Tolaki. Kendari: Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi
Tenggara.
Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada
University Press.
Poerwadarminta, W. J. S. 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta Timur:
PT. Balai Pustaka.
Semi, Atar.1990. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa Bandung.
Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi. Yogjakarta: Pustaka Pelajar.
Suhardi. 2011. Sastra Kita, Kritik, dan Lokalitas. Mekarsari, Depok, Indonesia:
PT. Komodo Books.
Sukada, Made. 2013. Pembinaan Kritik Sastra Indonesia. Bandung: CV Angkasa.
Samsuddin, 2015. Penerapan Teori Intertekstual Pada Puisi Indonesia.
Yogyakarta: Deepublish.
Samsuddin, 2016. Pengkajian Prosa Fiksi Berbasis Teori intertekstual.
Yogyakarta: Deepublish.
Siswanto, Wahyudi. 2008. Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pt Grasindo.
Wellek, Rene & Warren, Austin. 2014. Teori kesusastraan. Jakarta: PT. Gramedia
Pustaka Utama.
Wicaksono, Andri. 2013. Pengkajian Prosa Fiksi. Bandung: Penerbit
Garudhawaca.
Wiyatmi. 2009. Pengantar Kajian Sastra. Yogjakarta: Pustaka Book Publisher
Kelompok Penerbit Pinus (KPP).




