AFIKS DERIVASI BAHASA BAJO DI DESA MAGINTI KECAMATAN MAGINTI KABUPATEN MUNA BARAT
Keywords:
Afiks,, Derivasi, Bahasa BajoAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa tiap kelompok etnis
mempunyai bahasa masing-masing yang dipergunakan dalam komunikasi antaretnis atau
sesama suku. Hal ini peneliti anggap sangat penting, karena untuk menjaga kelestarian
suatu bahasa daerah sebagai salah satu identitas dan suatu kebanggaan yang harus
senantiasa dipelihara agar terhindar dari kepunahan. Sehubungan dengan itu, maka
penelitian mengenai afiks derivasi bahasa Bajo penting untuk diteliti sebagai upaya dan
pengembangan bahasa Bajo dalam rangka pelestarian dan keutuhannya. Masalah yang
mendasar dalam penelitian ini adalah afiks derivasi denominal dan afiks derivasi deverbal
bahasa Bajo terutama derivasi yang dihasilkan oleh konstruksi derivasi tersebut. Tujuan
yang hendak dicapai adalah mendeskripsikan sistem afiks derivasi denominal dan
derivasi deverbal bahasa Bajo sesuai dengan situasi pemakainya. Manfaat yang
diharapkan adalah sebagai salah satu acuan bagi penelitian selanjutnya yang akan
meneliti derivasi dalam bahasa Bajo lebih mendalam lagi. Sumber data dalam penelitian
ini adalah tuturan yang memuat derivasi Bahasa Bajo di Desa Maginti Kecamatan
Maginti Kabupaten Muna Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik: observasi,
interview, kuisioner, dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sistem
derivasi Bahasa Bajo meliput: (1.1) jenis-jenis derivasi yang mencangkup derivasi
nomina dengan tiga kategori kelas kata, yakni kelas kata kerja (Verba) denominal, kata
sifat (Adjektiva) denominal, dan kata bilangan (Numeralia) denominal, derivasi verba
juga menurunkan tiga kategori kelas kata, yakni kata benda(Nomina) deverbal, kata
bilangan (Numeralia) deverbal dan kata sifat (Adjektiva) deverbal serta derivasi.(1.2)
konstruksi derivasi yang terdiri atas pola konstruksi nomina derivatif, dan pola
konstruksi verba derivatif. Afiks pembentuk nomina derivatif antara lain afiks /na-/,/ta
/,/ma-/,/-ang/,/pa-ang/,/pa-/, serta /da-/. Afiks peembentuk verba derivatif antara lain: pa
/,/-ang/, /pa-ang/,/da-/, serta /pa-/.
References
Alwi, Hasan et al. 2003.Tata bahasa baku Bahasa Indonesia.(Edisi ketiga).Jakarta: Balai
Pustaka.
Ba’dulu, Abdul Muis. 2010. Morfosintaksis. Jakarta : Rineka Cipta.
Chaer, Abdul.2003. Linguistik Umum. Jakarta : Rineka Cipta.
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina.2010. Sosiolinguistik (Perkenalan Awal). Jakarta:
Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indinesia (Pendekatan Proses). Jakarta : Rineka
Cipta.
Djajasudarman, T Fatimah. 1993. Metode Linguistik (Ancangan Metode Penelitian Dan
Kajian). Bandung : Eresco.
Firman.A.D. 2008. Bunga Rampai (Hasil Penelitian Bahasa): Derivasi dalam Bahasa
Inggris dan Bahasa Bugis. Kendari : Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi
Tenggara.
Krisdalaksana, Harimusrti.2008. Kamus linguistik. Jakarta: Gramedia.
Sidu La Ode. 2012. Sintaksis Bahasa Indonesia. Kendari : Unhalu Press.
Sugiyono. 2014. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sunoto, dkk. 1990. Sistem Derivasi dan Infleksi Bahasa Jawa Dialeg Tanger. Jakarta:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sugiono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Mahsun. 2007. Metode penelitian bahasa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.




