LARIANGI DAN IDENTITAS KALEDUPA
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v8i1.694Keywords:
lariangi, representasi, identitasAbstract
Tulisan ini mencoba menghadirkan Lariangi sebagai sebuah ritual tradisional
masyarakat Kaledupa di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Seiring
berjalannya waktu, lariangi ini mengalami pergeseran dari sebuah ritual tradisional
menjadi sebuah seni pertunjukan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dengan
memahami fungsinya sebagai sebuah representasi komunitas pemiliknya, Lariangi
akhirnya bergeser fungsinya setelah melalui negosiasi, (1) masuknya Islam dan
mempengaruhi tradisi Hindu yang mulanya ada dalam Lariangi, (2) peralihan bahasa
yang terjadi seiring berjalannya waktu dan (3) pergeseran fungsi Lariangi serta
peruntukkannya. Representasi ideologis akhirnya bergeser dalam Lariangi dan
melahirkan kepaduan baru dalam peralihan kepercayaan masyarakat pemilik Lariangi
sejak masa pra-Islam dan setelah hadirnya Islam. Hal ini pun tampak dalam
masyarakatnya yang islami tetapi masih „menjaga‟ tradisi Hindu sebagai satu-satunya
jejak yang terdeteksi. Juga karena pengaruh ekspansi Kesultanan yang memiliki
bahasa Wolio sebagai lingua franca menghilangkan jejak kehidupan kuno di
masyarakat Kaledupa. Pada tahap ini Lariangi tidak dapat lagi menjadi representasi
identitas utuh masyarakat Kaledupa.
References
Daftar Acuan
Abubakar. (tahun tidak ada). Sebuah artikel dalam Majalah Budaya Wolio
Molagi. Bau-Bau.
Budianta dalam “Perempuan Seni Tradisi: Kontestasi dan Siasat Lokal”, makalah
oleh Novi Anoegrajekti. Di sajikan pada diskusi “Perempuan dalam Citra
Visual dan Pertunjukan” di Komunitas Salihara, Kamis 21 April 2011.
Hall dalam “Articulating Indigenous Identity in Indonesia: Resource Politics and the
Tribal Slot” oleh Tania Murray Li. Artikel dalam buku kumpulan artikel
Seminar Teori dan Metodologi Ilmu Pengetahuan Budaya (Materi
Kuliah Program Doktoral FIB UI, 2011).
Kaledupa-Hoga Grup at http://kaledupahoga.blogspot.com/2011/09/sinopsistari-lariangi.html.
diakses
Oktober
,
,
pukul
18
wita.
Kusmayati,
A.M.
Hermien.
Sebuah
artikel,
Seni
Pertunjukan
Ritual:Tumbuh
dan
Kembang
ke Arah Mana. 2003. Mencermati Seni Pertunjukan I. STSI
Surakarta: Surakarta.
Roestopo. Sebuah Artikel, Ritual “Baru”: Pertunjukan Ritual yang Dipolitisasi.
Mencermati Seni Pertunjukan I. STSI Surakarta: Surakarta.
Saehu, Syaiful at http://syaifulsaehu.blogspot.com/2010/10/tari-lariangi.html.
diakses 29 Oktober 2011, pukul 20.18 wita.
Sofian, Nur Israfyan Sofian. 2014. Lariangi Pada Masyarakat Kaledupa Di
Wakatobi Sulawesi Tenggara: Tinjauan Pewarisan. Tesis: Universitas
Indonesia. Tidak diterbitkan.
Zuhdi, Susanto. 2010. Sejarah Buton yang Terabaikan Labu Rope Labu Wana.
Rajawali Pers: Jakarta.




