Afiks Derivasi Bahasa Bugis di Kecamatan Moramo
Keywords:
afiks, derivasi, bahasa bugisAbstract
Manusia merupakan makhluk individual dan sekaligus sebagai makhluk
sosial. Untuk memenuhi hasratnya sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan alat
komunikasi berupa bahasa. Bahasa adalah salah satu ciri yang paling khas bagi
manusia yang membedakannya dengan makhluk-makhluk lain.
Walaupun masih ada alat komunikasi yang lain seperti lukisan-lukisan, gerak
tubuh, bunyi gendang, bunyi bel dan semacamnya, tetapi yang lebih efektif dan tepat
adalah bahasa.
Di negarakita, disamping terdapat bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan
bahasa resmi, juga terdapat bahasa-bahasa daerah yang jumlahnya cukup banyak.
Bahasa daerah yang cukup banyak jumlahnya itu, juga merupakan salah satu unsur
kebudayaan Indonesia yang perlu terus dipelihara dan dilestarikan. Oleh karena itu,
negara mempunyai kewajiban untuk memelihara, mengembangkan dan melestarikan
bahasa-bahasadaerah itu agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap
utuh dan dapat memainkan peranannya sebagai salah satu asset kebudayaan nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, maka diperlukan pengkajian dan
pendokumentasian hasil penelitian terhadap bahasa daerah agar nilai-nilai luhur
budaya bangsa tetap lestari dan tidak punah. Hal ini, dilakukan karena bahasa daerah
merupakan khasanah kebudayaan bangsa, milik penuturnya danmilik bangsa
Indonesia. Selain itu, pengembangan bahasa daerah mempunyai hubungan integral
dengan pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasanasional dan bahasa resmi
negara. Sehubungan dengan itu, maka pengolahan dan pengkajian bahasa daerah,
baik yang dilakukan melalui pendokumentasian maupun yang dilakukan melalui
penelitian dianggap sangat penting dan berarti guna pengembangan kosa kata
bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional
Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia diperkaya oleh berbagai istilah
baru, baik yang diserap dari kosa kata asing maupun kata-kata bahasa daerah yang
tersebar di seluruh nusantara ini. Salah satu bahasa daerah yang dimaksud adalah
bahasa daerah yang hidup dan berkembang di Sulawesi Selatan termasuk bahasa
Bugis (BB).
References
Ahmad, Mutsanni. 1984. Morfologi dan sintaksis bahasa melayu Bangka. Jakarta
Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
Alwi, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Djajasudarma, T. Fatimah. 2006. Metode Linguistik; Ancangan Metode Penelitian
dan Kajian. Bandung: Revika Aditama.
Hanna, Firman A.D., dan Sanra Safitri: 2010. Kongres Internasional Bahasa-Bahasa
Daerah Sulawesi Tenggara: Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.
http://fahm/afiksasi.html.
Kaseng, Syahruddin. 1982. Bahasa Bugis Soppeng. Valensi Morfologi Dasar Verba.
Jakarta: Jamban.
Kamal, Mustafa. 1986. Morfologi dan sintaksis bahasa melayu Pontianak. Jakarta:
Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
Kridalaksana, Harmurti. 1984. Kamus Linguistik. Jakarta: Eralagga.
Kridalaksana, Harmurti. 1996. Pembentukan Kata Dalam Bahasa Indonesia. Jakarta:
Gramedia.
Mahsun. 2007. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Mulyono, Iyo. 2013. Ilmu Bahasa Indonesia. Morfologi. Bandung: CV Yrama Widya.
Parera, Jos Daniel.1990. Morfologi. Jakarta: Gramedia.
Putrayasa, I.B. Kajian Morfologi. Bandung: Refika Aditama.
Tarigan, H.G. 1989. Pengajaran Bahasa Tagmemik. Bandung: Angkas.a




