KEMAMPUAN MENULIS CERITA FANTASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI SATU ATAP 1 MAROBO

Authors

  • Juriani Musurifu Hasina Universitas Halu Oleo

Keywords:

cerita fantasi, kemampuan, menulis

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah kemampuan siswa menulis
cerita fantasi pada aspek kesesuaian isi dengan judul, aspek orientasi, aspek komplikasi,
aspek resolusi, aspek kata ganti/nama orang, aspek pilihan kata,aspek kata sambung
urutan waktu, ungkapan kata/terkejut, dan aspek penggunaan dialog/kalimat
langsung?Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuanmenulis
cerita fantasi pada aspek kesesuaian isi dengan judul, aspek orientasi, komplikasi, aspek
resolusi, aspek kata ganti/nama orang, aspek pilihan kata, aspek kata sambung urutan
waktu, ungkapan kata terkejut, dan aspek penggunaan dialog/kalimat langsung. Jenis
penelitian yang digunakan tergolong penelitian lapangan.Metode yang digunakan
adalah metode deskriptif kuantitatif.Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan
bahwa kemampuan menulis cerita fantasi siswa kelas VII SMP Negeri Satu Atap 1
Marobo Kabupaten Muna berada dalam kategori mampu secara individual. Hal ini
dibuktikan dari 61 siswayang dijadikan sampel penelitian, terdapat 53 orang siswa
(86,88%) yang masuk dalam kategori mampu secara individual dan terdapat 8 orang
siswa (13,12%) masuk dalam kategori belum mampu secara individual. Secara klasikal,
kemampuan menulis cerita fantasi siswa kelas VII SMP Negeri Satu Atap 1 Marobo
Kabupaten Muna masuk dalam kategori mampu secara klasikal. Dikatakan mampu
karena siswa yang secara individual mencapai kemampuan minimal 70% sebesar 86,88%
mencapai kategori mampu secara klasikal yaitu 85%.Dilihat dari tingkat kemampuan
siswa kelas VII SMP Negeri Satu Atap 1 Marobo Kabupaten Muna pada setiap aspek
penilaian, aspek resolusi, aspek kata sambung urutan waktu dan aspek ungkapan kata
terkejut tuntas secara klasikal, karena telah mencapai ketuntasan klasikal 85%.
Sedangkan aspek kesesuaian isi dengan judul, aspek orientasi, komplikasi, kata
ganti/nama orang, pilihan kata dan penggunaan dialog/kalimat langsung tidak tuntas
secara klasikal karena belum mencapai ketuntasan klasikal 85%. Aspek penggunaan kata
ungkapan terkejut berada pada persentase terbaik, yaitu (91,80%), aspek penulisan
resolusi (88,52%), aspek penggunaan kata sambung urutan waktu (86,88%),aspek
penulisan kata ganti/nama orang (65,57), aspek kesesuaian isi dengan judul (63,93%),
aspek penulisan komplikasi (63,93%), aspek penulisan orientasi (59,01%), aspek pilihan
kata (55,73%), dan aspek penggunaan dialog/kalimat langsung berada pada peringkat
terendah dengan mencapai prsentase (45,90%).

References

Abigail W, Monica. 2015. Belajar Menulis. Surabaya: JP Books.

Dalman. 2016. Keterampilan Menulis. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Harsiati, Dkk. 2017 a. Buku GuruBahasa Indonesia Edisi Revisi 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Harsiati, Dkk. 2017 b. Buku SiswaBahasa Indonesia Edisi Revisi 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Mahsun.2014. Teks Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadja Mada University Press.

Rosidi, Imron. 2009. Menulis Siapa Takut. Yogykarta: Kanisius.

Soebachman, Agustina. 2016. Mahir Menulis Dalam 4 Hari. Yogyakarta: Kauna Pustaka.

Suparno, Mohamad Yunus. 2011. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka.

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis Sebagai Suatu Berbahasa. Bandung: Keterampilan Angkasa Bandung.

Wicaksono, Andri. 2014. Menulis Kreatif Sastra Dan Pembelajarannya. Garudhawaca.

Downloads

Published

2020-04-01

How to Cite

Juriani Musurifu Hasina. (2020). KEMAMPUAN MENULIS CERITA FANTASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI SATU ATAP 1 MAROBO. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 5(2), 190–198. Retrieved from https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/763