SIMBOL LESBIAN DALAM NOVEL GERHANA KEMBAR KARYA CLARA NG
Keywords:
makna, simbol, lesbianAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya lesbianisme yang sering terjadi dalam masyarakat, sehingga dengan mengidentifikasi makna-makna simbol lesbianisme dalam novel Gerhana Kembar karya Clara Ng ini kita dapat mengambil nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya, dimana dengan diketahuinya simbol-simbol lesbian dapat menjadi acuan atau patokan untuk orang-orang terdekat kita bagaimana melakukan pengawasan tentang perilaku yang hampir mendekat ke arah lesbian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui dan mendeskripsikan Simbol Lesbian dalam Novel Gerhana Kembar karya Clara Ng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan data penelitian berupa kata-kata, percakapan dan kalimat dalam bentuk ungkapan yang mengandung tanda dan simbol lesbian dalam novel Gerhana Kembar karya Clara Ng. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan semiotik menurut Roland Barthes. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa, lebian dalam Novel Gerhana Kembar dianalisis berdasarkan 5 kode yaitu berdasarkan kode Hermeneutik yang menunjukkan asbabun nuzul atau sebab akibat terjadinya lesbian yang dilakukan oleh Henrietta dan Fola sebagai akibat selalu mempunyai waktu bersama, kemudian melalui kode konotatif atau kilasan makna yang menunjukkan atas kebersamaan Henrietta dan Fola mereka mulai menyatakan apa yang mereka rasakan melalui beberapa kilasan makna, kode simbolik yang menunjukkan tanda atau symbol yang hanya mereka mengerti sendiri bahwa Henrietta maupun Fola menyukai sesama jenis, selanjutnya adalah kode proaretik atau tindakan yang mereka lakukan sebagai ungkapan perilaku lesbian mereka, dan yang terakhir adalah kode Gnomik atau kultural yang menunjukkan kebudayaan yang selaras dalam latar novel Gerhana kembar.Kemudian tindakan lesbian tersebut bertentangan dengan nilai agama dan norma sosial yang dimana masyarakat indonesia masih menganggap tabu persoalan perilaku lesbian.
References
Aminuddin. 2014. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Barthes, R. 1967. Elements Of Semiologi. London: JonathanCape.
Berger, Arthur Asa. 2010. Tanda-Tanda dalam Kebudayaan Kontemporer. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Clara, Ng. 2015. Gerhana Kembar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Deddy, Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat. 2006. Komunikasi AntarBudaya: Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Jabrohim. 2014. Teori Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Kaelan. 2009. Filsafat Bahasa Semiotika dan Hermeneutika. Yogyakarta: Paradigma.
Liliweri, Alo. 2001. Gatra-gatra Komunikasi AntarBudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Minderop, Albertine. 2005. Metode Karakterisasi Telaah Fiksi. Jakarta: Obor.
Nurgiantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press.
Oetomo, Dede. 2003. Memberi Suara pada yang bisu. Cetakan Ke 2. Yogyakarta: Pustaka Marwa.
Pradopo, Rahmat Djoko. 2012. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pradopo, Rahmat Djoko. 2012. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rafiek. 2013. Pengkajian Sastra. Bandung: PT. Refika Adithama.
Ratna, Nyoman Kutha. 2008. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra dan Strukturalisme hingga Postrukturalisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rusmana, Dadan. 2014. Filsafat Semiotika. Bandung: Pustaka Setia.
Siswantoro. 2016. Metode Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sobur, Alex. 2004. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
Wellek, Rene dan Austin Waren. 2013. Teori Kesusastraan (Terjemahan oleh Budianta). Jakarta: Gramedia.
Zoest, Aart Van. 1996. Fiksi dan Nonfiksi dalam Kajian Semiotik. Jakarta: Intermasa.




