FUNGSI DAN MAKNA MANTRA KADIU SAFARA DESA LABUNTI KABUPATEN MUNA

Authors

  • Yatni Sukarni Universitas Halo Oleo
  • La Ode Syukur Universitas Halo Oleo
  • Yunus Universitas Halo Oleo

Keywords:

fungsi, makna, kadui safara

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi dan makna mantra Kadiu Safara di desa Labunti Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan. Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yaitu Kamokulano Liwu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, rekam, dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu pendekatan struktural. Sesuai dengan hasil penelitian ini, fungsi mantra Kadiu Safara yaitu: Fungsi meletakan bhoru ke permukaan adalah sebagai bentuk penolak bala. Proses ini dipecaya dapat menghilangkan hal-hal buruk yang ada dalam kampong. Fungsi menyiram air yang sudah dimantrai ke masyarakat adalah sebagai mandi pembersihan diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat pada tahun sebelumnya. Ketupat dan telur yang dibuang di laut berfungsi sebagai Ghotino Embu atau pemberian makan kepada penguasa laut agar mereka selalu dilindungi ketika sedang melaut. Sedangkan makna yang terkandung dalam mantra Kadiu Safara terdiri atas tiga bagian (1) makna mantra Kaetampisiha Oe:Makna mantra ketika turun ke air adalah untuk permohonan izin kepada penguasa laut agar mereka diberi kelancaran dalam melakukan ritual tersebut. Kamokulano Liwu meminta kepada Embu agar diberikan perlindungan selama proses berjalannya ritual. (2) makna mantra Kadiu Toba: masyarakat turun ke laut untuk mandi bermakna sebagai pembersihan diri sekaligus penghilang penyakit yang ada pada tubuh masyarakat. Kadiu Toba dianggap juga sebagai mandi mensucikan diri melepas semua dosa. (3) makna mantra Dhoa Kasalamata: sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah Swt, karena telah diberikan kesehatan, umur panjang dan sebagai penolak bala.

References

Adi, Ida Rochani. 2011. Fiksi Populer: Teori dan Metode Kajian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ahimsa-Putra, Heddy Shri. 2009. Strukturalisme Levi-Strauss: Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta: Kepel Press.

Amir, Adriyetti.2013. Sastra Lisan Indonesia.Yogyakarta: Andi.

Aminuddin. 2011. Semantik: Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Asri dkk. 2008. Bunga Rampai: Hasil Penelitian Kesastraan Tuturan Ritual pada Perkawinan Adat Suku Tolaki. Kendari: Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.

Haruddin dkk. 2008. Bunga Rampai: Hasil Penelitian Kesastraan Mantra Petani Poleang. Kendari: Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.

Jabrohim. 2014. Teori Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kridalaksana, Harimurti. 2011. Kamus Linguistik Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Natia, I.K. 2008.Apresiasi Sastra Indonesia.Surabaya: Bintang.

Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Piaget, Jean. 1995. Strukturalisme. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Rahmawati. 2014. Ungkapan Tradisional Muna. Kendari: Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ratna, Nyoman Kutha. 2008. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Semi, Atar. 1990. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.

Sukada, Made. 1993. PembinaanKritik Sastra Indonesia.Bandung: Angkasa Bandung.

Sumardjo, Jakob dan Saini. 1997. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Tarigan, H.G. 1985. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Teeuw, A. 2015.Sastra dan Ilmu Sastra.Jakarta: Balai Pustaka.

Uniawati. 2006. Fungsi Mantra Melaut pada Masyarakat Suku Bajo di Sulawesi Tenggara. Kendari: Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.

Uniawati. 2012. Mantra Melaut Suku Bajo (Interpretasi Semiotik Riffaterre). Kendari: Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.

Wicaksono, Andi. 2014.Pengkajian Prosa Fiksi. Yogyakarta: Garudhawaca

Downloads

Published

2019-07-01

How to Cite

Yatni Sukarni, La Ode Syukur, & Yunus. (2019). FUNGSI DAN MAKNA MANTRA KADIU SAFARA DESA LABUNTI KABUPATEN MUNA. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 4(3), 507–519. Retrieved from https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/819