KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR TEKS DRAMA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 11 KENDARI
Keywords:
kemampuan, mengindetifikasi, unsur-unsur dramaAbstract
Penelitian dilatar belakangi “Kemampuan Mengidentifikasi Unsur-unsur Teks Drama
Siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Kendari”. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur teks drama siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Kendari?. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur teks drama siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Kendari tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 4 kelas dengan jumlah 104. Berdasarkan hasil penelitian, dari 73 orang siswa yang menjadi responden penelitian, terdapat 38 orang siswa (52%)yang memperoleh kategori mampu secara individual dalam mengidentifikasi unsur-unsur teks drama. Sedangkan 35 orang siswa (47%) memperoleh kategori tidak mampu secara individual dalam mengidentifikasi unsur-unsur teks drama. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Kendari dalam mengidentifikasi unsur-unsur teks drama dikategorikan tidak mampu. Dikatakan demikian, karena secara klasikal kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Kendari dalam mengidentifikasi unsur-unsur teks drama hanya mencapai 52%. Dari unsur-unsur teks drama, dapat dilihat bahwa unsur yang paling dipahami siswa adalah tema, karakter tokoh dan amanat dalam drama, sedangkan latar tempat masih kurang dipahami siswa. Hal tersebut dapat dilihat pada perolehan nilai siswa dalam penelitian. Unsur-unsur teks drama meliputi aspek tema (95,89%), aspek 3 elemen dalam dialog (79,45%), aspek tahapan alur (34,24%), aspek karakter tokoh (86,30%), aspek latar tempat (17,80%), aspek amanat (98,63%). Dari keenam aspek yang dinilai terdapat tiga aspek yang dikategorikan mampu yaitu aspek tema, karakter tokoh dan amanat, sedangkan tiga aspek tergolong dalam kategori tidak mampu yaitu aspek 3 elemen dalam dialog, tahapan alur, dan latar tempat.
References
Azzahra, Endri. 2013. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Drama. http://azzahraendri.blogspot.com/2013/06/unsur-unsur-instrinsik-dan-ekstrinsik.html. Diakses tanggal 16 November 2018.
Bahtiar, Ahmad, dkk. 2017.Kajian Puisi. Tanggerang: Pustaka Mandiri.
Cantika. 2017. Kajian Teori dan Kerangka Pemikiran Kedudukan Pembelajaran Mengidentifikasi Suasana, Tema, dan Makna. http://repository.Unpas.ac.id/2992/3/9%20BAB%2011%20KAJIAN%20TEORI%20REVISI.pdf. Diakses pada tanggal 25 Oktober 2018.
Hamzah,Ajib.a. 1985. Pengantar Bermain Drama. Bandung: CV Rosda.
Harymawan, RMA. 1993. Drama Turgi. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Husna, Asmaul. 2012. Pembelajaran Drama di Sekolah. https://ruangimaji.wordpress.com/2012/02/11/pengajaran-drama-di-sekolah.html. Diakses tanggal 16 November 2018.
Hasanuddin, WS. 2015. Drama Karya dalam Dua Dimensi. Bandung: CV Angkasa.
Jobrohim. 2014. Teori Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kosasi, E. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukaan, Balitbang, Kemendikbud.
Marantika, Julians E.R. 2014. Drama dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Universitas Pattimura, Ambon: Jurnal Marantika. Volume 11, Nomor 2, Agustus 2014.
https://ejournal.unpatti.ac.id/ppr_iteminfo_lnk.php?id=914. Diakses tanggal 22 November 2018.
Natia, I k. 2008. Ikhtisar Teori dan Periodisasi Sastra Indonesia. Surabaya: Bintang.
Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Sastra Anak. Yogyakarta: Gajah Mada University Press
Priyatni, Tri Endah. 2017. Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Rahmanto, B. 1992. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: KANISIUS (Anggota Ikapi).
Satoto, Soediro. 2016. Analisis Drama dan Teater. Yogyakarta:Ombak.
Sugiyono , 2015. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sudirdja dan Dedi Fatah Yasin. 2008. Bahasa Indonesia SMP dan MTS. Jakarta: Erlangga Hak Cipta
Suroto .1990.Apresiasi Sastra Indonesia. PT. Gelora Aksara Pratama: Erlangga
Sarumpaet, Riris K. Toha. 2002. Sastra Masuk Sekolah. Magelang: Indonesia Tera.
Tarigan, Hendri Guntur. 2008. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Teuw. 2015. Sastra dan Ilmu Sastra. Bandung: PT. Dunia Pustaka Jaya.




