Analisis Makna Denotatif dan Konotatif pada Headline Berita Digital Kompas.com Edisi April 2025 dan Relevansinya sebagai Bahan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA
Analysis of Denotative and Connotative Meanings in Kompas.com Digital News Headlines April 2025 Edition and Their Relevance as Indonesian Language Learning Materials in Senior High School
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2013Keywords:
makna denotatif, makna konotatif, headline berita, berita digital, kajian semantik, pembelajaran Bahasa IndonesiaAbstract
Penelitian ini menganalisis makna denotatif dan konotatif pada headline berita digital Kompas.com edisi April 2025 serta relevansinya sebagai bahan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Kajian ini berpijak pada teori semantik, khususnya perbedaan antara makna literal dan makna asosiatif, sebab headline berita daring tidak hanya berfungsi menyampaikan peristiwa, tetapi juga membangun penekanan, nuansa emosional, dan orientasi pembaca melalui pilihan diksi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa 277 headline berita Kompas.com edisi April 2025 yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, baca, dan catat. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi satuan leksikal kunci, menafsirkan makna denotatif, mengklasifikasikan makna konotatif berdasarkan nilai rasa, serta memverifikasi temuan melalui pembacaan konteks headline dan topik berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotatif ditemukan sebanyak 20 data, sedangkan makna konotatif lebih dominan, meliputi konotasi tinggi, ramah, berbahaya, tidak pantas, tidak enak, kasar, dan keras. Dominasi makna konotatif menunjukkan bahwa diksi headline tidak hanya berfungsi informatif, tetapi juga retoris untuk menarik perhatian, menguatkan isu, dan membentuk persepsi awal pembaca. Temuan ini relevan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA karena headline berita digital dapat digunakan sebagai bahan ajar kontekstual untuk mempelajari makna semantik, analisis teks berita, literasi kritis, dan sikap membaca digital yang bertanggung jawab.
Kata kunci: makna denotatif; makna konotatif; headline berita; berita digital; kajian semantik; pembelajaran Bahasa Indonesia
References
Anarizka, V. (2024). Kemampuan literasi digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa SMA. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 4(2), 120-132.
Ayuningtyas, C. (2014). An analysis of semantic roles of titles in The Jakarta Post. Publikasi Ilmiah Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1-14.
Candra, E. N., & Martiarini, E. (2018). Analysis of connotation words in The Jakarta Post online headline news. Deiksis, 10(1), 26-32.
Chaer, A. (2020). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Dia, E. E., & Rosydah, S. (2021). Kajian semantik: Makna konotasi pada rubrik opini 'Jati Diri' Harian Jawa Pos. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(2), 3508-3525.
Hamzah, N. A., Aditya, A. R., & Mashud, M. (2024). Makna denotatif dan konotatif uang panai’ dalam tradisi Bugis Bone. SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 12-22.
Kridalaksana, H. (2020). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Ma’arif, M. S. (2023). Analisis makna denotatif dan konotatif berita konflik Palestina dan Israel. Peneroka: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 178-190.
Mini, L. M., & Triyaningsih, H. (2023). Analisis penerapan kode etik jurnalistik dalam penulisan berita Covid-19 di headline Koran Harian Radar Madura Pamekasan. Jurnalika: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(2), 160-172. https://doi.org/10.37949/jurnalika7266
Nisa, H. U. (2019). Pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis kontekstual untuk siswa kelas V sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 5(2), 100-104.
Odillia, L. (2021). Makna konotasi native advertising dalam website berita. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 8(1), 45-56.
Owon, R. A. S. (2017). Pengembangan bahan ajar menulis berbagai jenis teks bertema kearifan lokal Sikka bagi siswa SMP. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), 3(1), 528-541.
Pateda, M. (2011). Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.
Perdana, I. (2021). Pengembangan bahan ajar digital membaca teks cerita rakyat untuk penguatan literasi kritis. Sawerigading, 27(2), 209-220.
Ramadhan, M. R. N. (2025). Peran literasi digital dalam mendorong kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Riset Pendidikan Indonesia, 5(1), 33-45.
Salliyanti, H. S., Lubis, S., & Sinar, T. S. (2020). Study on semantics in the headlines of Waspada newspaper. Proceedings of the International Conference on Education, Language and Society, 90008, 1-6.
Santoso, S. (2021). Analisis resepsi audiens terhadap berita kasus Meiliana di media online. Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, 12(2), 140-154. https://doi.org/10.23917/komuniti.v12i2.13285
Sartika, P. L., & Badri, M. (2019). Proses penentuan headline di halaman Metropolis Riau Pos. Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi, 1(5), 301-312.
Sayang, S. N., Karman, A., Sehe, S., & Indra, A. B. (2024). Kajian semantik: Makna denotatif dalam tiga versi iklan sampo Head & Shoulders. Jurnal Dieksis ID, 4(1), 73-80. https://doi.org/10.54065/dieksis.4.1.2024.464
Silviani, D., & Prabawa, A. H. (2023). Pemanfaatan berita digital sebagai upaya meningkatkan kemampuan menulis teks editorial kelas XII di madrasah aliyah. Publikasi Ilmiah Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1-12.
Sinaga, Y. C., Cyntia, S., Komariah, S., & Barus, F. L. (2021). Analisis makna denotasi dan konotasi pada lirik lagu 'Celengan Rindu' karya Fiersa Besari. Jurnal Metabasa, 2(1), 38-50.
Sumadiria, A. S. H. (2017). Bahasa Jurnalistik: Panduan Praktis Penulis dan Jurnalis. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Tarigan, H. G. (2015). Pengajaran Semantik. Bandung: Angkasa.
Verhaar, J. W. M. (2012). Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wulandari, S., & Nugraheni, A. S. (2022). Penggunaan teks berita sebagai media pembelajaran literasi kritis pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(2), 157-168.




