RELASI MAKNA DAN HUBUNGAN NAMA-REFEREN: ANALISIS LITERATUR DALAM KAJIAN PENAMAAN
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i2.2113Keywords:
makna, penamaan, semantikAbstract
Relasi makna serta relasi penamaan dan referen tidak dapat dipisahkan dalam proses penamaan suatu hal karena melalui nama yang diberikan dapat terlihat kesinambungan antara makna kata dan konsep yang melatarbelakanginya. Tujuan penelitian ini adalah menyoroti hubungan konseptual antara relasi makna dan relasi antara nama serta referen dalam kerangka penamaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang menelaah 14 studi literatur yang memiliki ruang lingkup serupa terkait kajian penamaan semantik dalam linguistik. Pola umum yang ditemukan dalam setiap literatur sebagian besar mencakup aspek bentuk fisik, domisili, hingga budaya masyarakat. Simpulan berdasarkan hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa relasi makna berperan sebagai dasar hubungan antara bahasa dan realitas dalam membentuk relasi antara nama dan referen dalam sistem bahasa. Relasi makna berfungsi menjelaskan hubungan internal antarunsur bahasa, sedangkan relasi nama–referen menunjukkan hubungan eksternal antara bahasa dan realitas yang dirujuknya. Penelitian ini memiliki implikasi langsung dalam memperkaya kajian penamaan dalam linguistik yang mencakup penamaan tumbuhan, makanan, hingga produk penjualan.
References
Agustin, R. I., & Pramitasari, A. (2022). Kajian Semantik "Nama Julukan Orang" di Desa Limbangan Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. Prosiding Konferensi Ilmiah Pendidikan, 3, 2963-3222.
Aminuddin. (2001). Semantik Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Ariwibowo, E. K. (2017). Pertalian bahasa Arab, Islam, dan Ekonomi: Studi Onomastik pada papan nama usaha masyarakat keturunan Arab (MKA). Karsa, 25(2), 284-306. DOI: https://10.31227/osf.io/n5zdp
Chaer, A. (2013). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Djajasudarma, F. (2012). Wacana dan Pragmatik. Bandung: Rafika Aditama.
Kushartanti. (2005). Pesona Bahasa Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Komara, A. B., & Firmansyah, D. (2023). Kajian Penamaan Kuliner di Makassar menggunakan Teori Semantik Odgen-Richard. Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 127-141. DOI: https://doi.org/10.54895/bastrando.v3i2.2346
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Lestari, L., Nurhanifah, F. S., Monika, R. S., Wulansari, G., & Astriani, A. S. (2024). Penamaan Semantis pada Kuliner Khas Tasikmalaya. PUSTAKA: Jurnal Bahasa dan Pendidikan, 4(1), 194-201. DOI: https://doi.org/10.56910/pustaka.v4i1.1076
Margiyanti, R., & Suroso, Eko. (2025). Analisis Latar Belakang Proses Penamaan Tempat Usaha di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 973-983. DOI: https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6040
Monadia, Syahriandi, & Maulidawati. (2023). Jenis Makna pada Penamaan Menu Makanan Unik di Kafe dan Warung Kota Lhokseumawe. Kande, 04(02), 167-176. DOI: https://doi.org/10.29103/jk.v4i2.1344
Nazara, B. T., Mendrofa, D. R., Harefa, E. C., & Halawa, D. M. (2024). Local Wisdom in Naming the Traditional Herbal Plants: A Semantic Analysis in Nias Language. EDUJ: English Education Journal, 2(1), 57-63. https://doi.org/10.59966/eduj.v2i1.1093
Nurjanah, E. (2023). Kajian Semantik Penamaan Makanan Khas di D.I Yogyakarta. Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, 1(1), 1-11. DOI: https://doi.org/10.30762/narasi/v1i1.893
Palmer, F. R. (1991). Semantics. London: Cambridge University Press.
Pateda, M. (2010). Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.
Rachma, E. P. (2023). Analisis Makna Penamaan Makanan Madura: Kajian Semantik. Jupendis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 1(2), 213-223. DOI: https://doi.org/10.54066/jupendis-itb.v1i2/636
Rahman, N. I. (2020). Relasi Semantik pada Penamaan Jenis-Jenis Mangga di Indonesia. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 2, 322-337. DOI: https://doi.org/10.24176/kredo.v3i2.3989
Rosa, R. T. (2016). Penamaan kereta api di Pulau Jawa: Kajian Linguistik Kebudayaan. Perpustakaan Universitas Airlangga.
Roza, Y. M., Razali, G., Fatmawati, E., Syamuddin, & Wibowo, G. A. (2023). Identitas Budaya dan Sosial pada Makanan Khas Daerah: Tinjauan Terhadap Perilaku Konsumsi Masyarakat Muslim pada Bulan Ramadan di Indonesia. KOMITMEN: Jurnal Imliah Manajemen, 4(1), 305-315. DOI: https://doi.org/10.15575/jim.v4i1.25031
Setiowati, I., Rijal, S., & Purwanti. (2022). Penamaan pada Nama Unik Makanan di Kota Samarinda: Kajian Semantik. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 6, 705-718. DOI: https://dx.doi.org/10.30872/jbssb.v6i3.5788
Simorangkir, A. V., Tarigan, N. S., Banjarnahor, P. G., Sari, Y. (2024). Relasi Makna Dalam Kajian Semantik Bahasa Indonesia. Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3 (2), 1294-1300. DOI: https://10.57235/aurelia.v3i2.2688
Sudaryat, D. E. (2007). Makna dalam Wacana (Prinsip-Prinsip Semantik dan Pragmatik). Surakarta: Sebelas Maret University Press.
Sugiyo, Aisyah, A. D., & Mubarok, Y. (2023). Penamaan Tempat Usaha di Tangerang Selatan: Kajian Semantik. Semantik, 12, 233-250. DOI: https://doi.org/10.22460/semantik.v12i2.p233-250
Sumarsono. (2014). Pengantar Semantik (Stephen Ullman). Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Sutedi, D. (2011). Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora.
Tabun, F. C., Bria, R. M., Bria, M. E., & Tai, E. (2025). Penamaan Tempat Usaha di Umakatahan: Kajian Semantik. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(3), 298-309. DOI: https://doi.org/10.61132/semantik.v3i3.1974
Verhaar, J.W.M. (2008). Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Zahra, N., Sonia Y., Adilla S., Mardiyah, R. A., & Amelia, D. (2024). Semantik Dalam Bahasa Indonesia. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 2 (6), 156-164. DOI: https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i6.1163




