REPETISI DAN PARALELISME DALAM PUISI “SUATU SENJA TANPA LAMPU-LAMPU SEMANGGI (Kita Anak Negeri)” KARYA RIEKE DIAH PITALOKA

Authors

  • Shafwan Nugraha Program Studi Sastra Indonesia Universitas Halu Oleo
  • Nur Israfyan Sofian Sastra Inggris FIB UHO

DOI:

https://doi.org/10.36709/bastra.v8i3.246

Keywords:

puisi, pararelisme, majas repitisi

Abstract

Penelitian ini adalah sebuah penelitian kualitatif deskriptif yang mengkaji penggunaan gaya bahasa repetisi dalam puisi “Suatu Senja Tanpa Lampu-Lampu Semanggi (Kita Anak Negeri)” karya Rieke Diah Pitaloka. Puisi ini adalah salah satu yang dimuat dalam antologi puisi Renungan Toilet: Dari Cengkeh Sampai Utrecht. Penelitian berfokus pada penggunaan gaya bahasa repetisi dan paralelisme struktur yang ditemukan pada baris-baris puisi “Suatu Senja Tanpa Lampu-Lampu Semanggi (Kita Anak Negeri)”. Repetisi dan paralelisme digunakan untuk menciptakan efek penegasan sekaligus menambah nilai artistik dan estetik penggunaan bahasa dalam sastra. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) gaya repetisi apa saja yang digunakan dalam puisi “Suatu Senja Tanpa Lampu-Lampu Semanggi (Kita Anak Negeri)” dan (2) bagaimana pola paralelisme yang digunakan dalam puisi “Suatu Senja Tanpa Lampu-Lampu Semanggi (Kita Anak Negeri)”? Penelitian ini bertujuan membuat klasifikasi penggunaan repetisi serta mendeskripsikan paralelisme yang digunakan dalam “Suatu Senja Tanpa Lampu-Lampu Semanggi (Kita Anak Negeri)” karya RDP. Penelitian menggunakan pendekatan stilistika dan sintaksis karena menganalisis kata-kata yang merupakan repetisi, menganalisis pola perulangan yang muncul sebagai paralelisme, kemudian membuat klasifikasi dan deskripsi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa gaya bahasa repetisi yang muncul pada puisi “Suatu Senja Tanpa Lampu-Lampu Semanggi (Kita Anak Negeri)” karya Rieke Diah Pitaloka adalah anafora dan epistrofa. Paralelisme yang muncul melibatkan perulangan struktur klausa relatif serta struktur kalimat verbal.

References

Arifin, E. Z., & Junaiyah. (2009). Morfologi: Bentuk, Makna, dan Fungsi. Jakarta: Grasindo.

Harimansyah, G. (2022). Pengantar Linguistik Sastrawi: Kelindan Bahasa dan Sastra. Bandung: Pustaka Jaya.

Herwan, Wahid, F. I., & Mulidayanti, A. (2023). Repetisi dan Paralelisme dalam Antologi Puisi "Bhinneka Tunggal Cinta" Karya Maman Suherman sebagai Bahan Ajar Kelas X Sekolah Menengah Atas. Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 41-50.

Keraf, G. (2007). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Lianawati W.S. (2019). Menyelami Keindahan Sastra Indonesia. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Pitaloka, A., & Sundari, A. (2020). Seni Mengenal Puisi. GUEPEDIA.

Pitaloka, R. D. (2003). Renungan Kloset: Dari Cengkeh Sampai Utrecht. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Pitaloka, R. D., & Noor, A. (2021). Cara Menikmati Kenangan dengan Baik. Yogyakarta: DIVA Press.

Ristia, W. R. (2004). Majas Dalam Kumpulan Puisi Renungan Kloset Dari Cengkeh Sampai Utrecht Karya Rieke Diah Pitaloka. Jember: Universitas Jember.

Rohmatika, A. (2018). Repetisi dalam Antologi Puisi Buku Latihan Tidur Karya Joko Pinurbo: Kajian Stilistika. Bapala, 5(2), 1-15.

Siswono. (2014). Teori dan Praktik Diksi, Gaya Bahasa, dan Pencitraan. Yogyakarta: Deepublish.

Sitepu, T. (2022). Hukum Bahasa. UMSU Press. Retrieved July 26, 2023

Yanti, Z. P., & Gusriani, A. (2022). APRESIASI PUISI (Teori dan Aplikasi). Malang: CV Literasi Nusantara Abadi.

Downloads

Published

2023-07-27

How to Cite

Shafwan Nugraha, & Nur Israfyan Sofian. (2023). REPETISI DAN PARALELISME DALAM PUISI “SUATU SENJA TANPA LAMPU-LAMPU SEMANGGI (Kita Anak Negeri)” KARYA RIEKE DIAH PITALOKA. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 8(3), 399–408. https://doi.org/10.36709/bastra.v8i3.246