REPRESENTASI SISTEM RELIGI DALAM LEKSIKON SESAJI DAN MAKANAN TRADISIONAL MASYARAKAT JAWA TENGAH: KAJIAN ETNOLINGUISTIK

Authors

  • Hugo Dimas Ohsyahiba Universitas Tangerang Raya
  • Angel Vionika Saharani Universitas Tangerang Raya
  • Rifa’atussalwa Hayati Universitas Tangerang Raya
  • Pramisdi Winanto Saputro Universitas Tangerang Raya

DOI:

https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2527

Keywords:

etnolinguistik, leksikon budaya, sesaji

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya leksikon budaya sebagai media yang merepresentasikan sistem nilai, kepercayaan, dan pandangan hidup masyarakat. Dalam tradisi masyarakat Jawa Tengah, leksikon yang berkaitan dengan sesaji dan makanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai penanda benda atau praktik ritual, tetapi juga memuat makna religius dan kosmologis yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menafsirkan representasi sistem religi dalam leksikon sesaji dan makanan tradisional masyarakat Jawa Tengah melalui pendekatan etnolinguistik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dokumen tertulis, artikel ilmiah, dan literatur yang relevan. Data penelitian berupa leksikon budaya, seperti sesaji, tumpeng, ayam ingkung, jenang sengkolo, pala pendem, kembang setaman, air suci, selametan, dan sangkan paraning dumadi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui identifikasi leksikon, analisis makna leksikal, dan analisis makna kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon sesaji dan makanan tradisional merepresentasikan sistem religi masyarakat Jawa Tengah melalui nilai harmoni manusia dengan Tuhan, keseimbangan dengan alam, penghormatan terhadap tatanan sosial, penyucian diri, keselamatan, serta kesadaran mengenai asal dan tujuan hidup. Kesimpulannya, leksikon budaya dalam tradisi ritual Jawa Tengah tidak hanya menjadi unsur bahasa, tetapi juga menjadi arsip simbolik yang menyimpan pengetahuan religius masyarakat. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian etnolinguistik dengan menegaskan bahwa bahasa dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk memahami relasi antara budaya, sistem kepercayaan, dan pandangan kosmologis masyarakat.

References

Aprialzen, Z., Muzammil, A. R., & Syahrani, A. (2023). Leksikon budaya dalam seni tari tradisional Melayu Sambas: Kajian etnolinguistik. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 12(6).

Aprilia, D. (2022). Persepsi masyarakat terhadap sesajen ruwatan. Aksiologi: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial.

Dini, R., Anggrestia, N. V., & Afkar, T. (2024). Makna dan fungsi ungkapan pamali dalam kehidupan sosial budaya masyarakat di Desa Bendung Kabupaten Mojokerto: Kajian etnolinguistik. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan dan Bahasa, 1(3).

Duranti, A. (1997). Linguistic anthropology. Cambridge University Press.

Foley, W. A. (1997). Anthropological linguistics: An introduction. Blackwell.

Geertz, C. (1960). The religion of Java. The University of Chicago Press.

Miranti, M., Mukodas, M., & Anwar, M. (2024). Representasi budaya dalam materi pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka tingkat SMA. Asatiza: Jurnal Pendidikan.

Novia, Y. (2025). Bahasa, simbol, dan makna: Analisis antropologi budaya dalam komunikasi masyarakat. Basadya: Jurnal Bahasa dan Budaya.

Ramdani, M. W., Burhanuddin, & Mahsun. (2026). Representasi sistem nilai dan perilaku budaya dalam tradisi Nganak-Merariq masyarakat Sasak: Kajian linguistik antropologi. Panthera: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Rizkia, I., Ernanda, & Izar, J. (2023). Makna leksikal dan makna kultural pada ornamen-ornamen dan peninggalan-peninggalan sejarah di Rumah Tuo Rantau Panjang: Kajian etnolinguistik. Kajian Linguistik dan Sastra, 2(1).

Rohmawati, A., & Permadi, T. (2025). Simbol spiritualitas dan pandangan ekologis mantra ngalaksa dalam perspektif kajian ekolinguistik kultural. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(4), 1191-1204. https://doi.org/10.30872/diglosia.v8i4.1566

Rudiyanto, R., Rais, W. A., & Purnanto, D. (2020). Tinjauan etnolinguistik: Makna kultural dalam tradisi Sranan sebagai wujud kearifan lokal masyarakat petani pegunungan di Kebumen. Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS), 543-552.

Sahidin, L. O., Ibrahim, I., Alias, N. F. N., & Sofyan, N. I. (2025). Metafora sejarah dan simbolisme dalam tuturan ritual Meagoliwu pada masyarakat Koroni. Kandai: Jurnal Bahasa dan Sastra, 21(1).

Wahyuni, S., Alkaf, I., & Murtiningsih, M. (2020). Makna tradisi sesajen dalam pembangunan rumah masyarakat Jawa: Studi kasus pembangunan di Desa Srimulyo Kecamatan Air Saleh Kabupaten Banyuasin. El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, 1(2), 50-63.

Wildani, D. K. (2023). Kajian etnolinguistik terhadap leksikon dalam tradisi Haul Bungah dan nilai budaya masyarakat pendukungnya. Suar Betang: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan.

Downloads

Published

2026-05-04

How to Cite

Hugo Dimas Ohsyahiba, Angel Vionika Saharani, Rifa’atussalwa Hayati, & Pramisdi Winanto Saputro. (2026). REPRESENTASI SISTEM RELIGI DALAM LEKSIKON SESAJI DAN MAKANAN TRADISIONAL MASYARAKAT JAWA TENGAH: KAJIAN ETNOLINGUISTIK. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 11(3), 1110–1116. https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2527