Representasi Kesepian dan Pencarian Identitas Diri Tokoh Don, Meri, dan Atta dalam Film Jumbo

The Representation of Loneliness and the Search for Self-Identity of Don, Meri, and Atta in the Film Jumbo

Authors

  • Aura Devi Amanati Universitas Pancasakti Tegal
  • Salsa Billah Berlian Utami Universitas Pancasakti Tegal
  • Artika Mulia Sari Universitas Pancasakti Tegal
  • Putri Ayu Widiyanti Universitas Pancasakti Tegal
  • Diva Aniorita Azzah Universitas Pancasakti Tegal
  • Putri Arum Meilani Universitas Pancasakti Tegal
  • Syamsul Anwar Universitas Pancasakti Tegal

DOI:

https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2535

Keywords:

Kesepian, film Jumbo, pencarian identitas diri, kajian sastra

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi kesepian serta pencarian identitas diri pada tokoh Don, Meri, dan Atta dalam film animasi Jumbo (2025) produksi Visinema Pictures. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan objek kajian berupa adegan, dialog, dan simbol visual yang menampilkan pengalaman kesepian dan proses pembentukan identitas tokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan cara menonton film secara berulang, mencatat, dan mengklasifikasikan data yang relevan, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian direpresentasikan secara beragam: Don mengalami kesepian akibat kehilangan orang tua dan perundungan, Meri merepresentasikan kesepian eksistensial lintas dunia akibat keterpisahan dari keluarga, sementara Atta menunjukkan kesepian tersembunyi yang termanifestasi melalui perilaku agresif. Kesepian tersebut menjadi benang merah dalam proses pencarian identitas diri yang mendorong perkembangan emosional, empati, dan pendewasaan karakter, sehingga film Jumbo tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media refleksi kemanusiaan.

References

Alfarizqo, M., & Khoiri, A. A. (2025). Fakta cerita dan fakta sosial dalam film “Jumbo” 2025 oleh Ryan Adriandhy: Tinjauan sosiologi sastra. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Matalingua, 10(2), 236–249.

Amelia, D., & Sikumbang, A. T. (2024). Representasi pesan edukasi dalam film “Di Bawah Umur” (Analisis semiotika John Fiske tentang perilaku remaja Gen-Z). Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi, 5(2), 2001–2010. https://doi.org/10.35870/jimik.v5i2.836

Aviatri, Y., & Nurmailis. (2025). Analisis film animasi Jumbo dalam penanaman nilai karakter pada anak usia dini. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 11(2), 199–227.

Dzakir, G. A., & Chandrabuwono, A. B. (2024). Representasi perasaan kesepian pada tokoh utama dalam film A Man Called Otto (Analisis semiotika model Charles Sanders Peirce). PERSUASI (Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Ilmu Komunikasi), 1(2), 134–148.

Fitri, A., Naibaho, L., Seriana, & Sitorus, F. R. (2023). Representasi perundungan (bullying) pada novel Dan Hujan Pun Berhenti karya Farida Susanty: Pendekatan sosiologi sastra. BIP: Jurnal Bahasa Indonesia Prima, 5(1), 37–51. https://doi.org/10.34012/jbip.v5i1.3374

Fitri, A., & Pratiwi, Y. R. (2025). Analisis semiotika nilai persahabatan pada film Jumbo. Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi, 13(2), 282–300.

Hasanah, S. N. (2024). Kekerasan dalam film anak (Analisis semiotika Roland Barthes pada film Doraemon The Movie: Nobita dan Legenda Raja Matahari). JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education), 7(2), 280–289. https://doi.org/10.31537/jecie.v7i2.1297

Hasbina, B. A., & Putri, M. R. (2024). Analisis pola komunikasi keluarga pada film animasi Encanto. JUMASH: Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora, 1(1), 17–37. https://doi.org/10.31949/jumash.v1i1.11322

Humaira, S., Ristanti, S., Anwar, S., Luqman, Y., & Nurholis. (2024). Identitas diri dalam karya sastra “Road to Mecca” oleh Muhammad Asad dan “By The Sea” oleh Abdulrazak Gurnah serta “Black Art” dan “A Poem for Black Hearts” oleh Amiri Baraka. Sabda: Jurnal Sastra dan Bahasa, 3(4), 92–104.

Kevinia, C., Putri Syahara, P., Aulia, S., & Astari, T. (2022). Analisis teori semiotika Roland Barthes dalam film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia. Journal of Communication Studies and Society, 1(2), 38–43.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nadhira, N. A., Haslinda, & Latief, S. A. W. (2022). Representasi nilai moral pada film yang berjudul “Bebas” (Kajian sosiologi sastra). DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(2), 161–169.

Simbolon, N. K. (2023). Analisis temperamen dalam film Kukira Kau Rumah: Kajian psikologi sastra. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2(2), 11446–11454.

Sugiarti, & Oktaviani, N. (2022). Analisis kepribadian tokoh dalam novel Trauma karya Boy Candra (Tinjauan psikologi sastra). Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 1–12.

Surya, S. M., Shofa, M. F., & Subandji. (2024). Nilai-nilai karakter dalam film animasi UP produksi Pixar Animation Studios. Journal of Islamic Early Childhood Education, 5(2), 113–129.

Zahra, M., Ramadhan, N. H., Al Farisi, R. S., & Ardiyanto, E. (2024). Representasi peran ibu dalam film Ngeri-Ngeri Sedap: Analisis semiotika Roland Barthes. Jurnal Konvergensi, 5(2), 155–167.

Downloads

Published

2026-06-04

How to Cite

Aura Devi Amanati, Salsa Billah Berlian Utami, Artika Mulia Sari, Putri Ayu Widiyanti, Diva Aniorita Azzah, Putri Arum Meilani, & Syamsul Anwar. (2026). Representasi Kesepian dan Pencarian Identitas Diri Tokoh Don, Meri, dan Atta dalam Film Jumbo: The Representation of Loneliness and the Search for Self-Identity of Don, Meri, and Atta in the Film Jumbo. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 11(3), 1606–1615. https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2535