Analisis Wacana Kritis pada Iklan Layanan Masyarakat BCA “Modus Penipuan Makin Agak Laen, Kasih Tau yang Laen!”
Critical Discourse Analysis of the BCA Public Service Advertisement “Modus Penipuan Makin Agak Laen, Kasih Tau yang Laen!”
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2566Keywords:
Analisis Wacana Kritis, Iklan Layanan Masyarakat, Struktur Teks, Penipuan Digital, Van DijkAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan elemen-elemen wacana kritis struktur teks dalam Iklan Layanan Masyarakat BCA “Modus Penipuan Makin Agak Laen, Kasih Tau yang Laen!” yang diperankan Indro Warkop DKI dan grup komedi Agak Laen. Penelitian ini menggunakan teori wacana kritis struktur teks, yaitu strukur mikro, struktur makro, dan superstruktur yang dikemukakan oleh van Dijk. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan analisis data dilakukan dengan metode padan serta metode agih. Berdasarkan hasil analisis struktur mikro semantik, iklan menyampaikan pesan perubahan masyarakat dari figur yang rawan menjadi target penipuan, berkembang menjadi figur yang protektif. Tataran sintaksis menunjukkan dalam mengarahkan tindakan masyarakat dan menyampaikan ajakan, iklan menggunakan koherensi hubungan pertentangan dan hubungan syarat-hasil, bentuk kalimat aktif dan pasif, serta kata ganti yang bersifat inklusif. Analisis stilistika menunjukkan adanya penggunaan leksikon yang menarik perhatian dan membangun kewaspadaan penonton terhadap ancaman penipuan, serta aspek retoris berupa penonjolan visual slogan persuasif. Secara makro iklan membahas gagasan “Waspada Modus Penipuan Baru”, menekankan ancaman serius terkait modus-modus penipuan yang semakin berkembang dan perlu disadari oleh masyarakat. Kemudian superstruktur atau skema yang digunakan adalah pembuka, isi, dan penutup. Penelitian ini memperlihatkan bahwa iklan layanan masyarakat BCA tidak hanya membentuk kesadaran terkait keamanan digital, tetapi juga membangun citra BCA sebagai lembaga yang bertanggung jawab dan peduli terhadap fenomena masa kini.
References
Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS.
Haryono dan Reyes. (2024). Communicating Resistance to the Banality of Online Crime Through Advertising. Komunikator: 16(2), 67-80.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. (2016). https://kbbi.kemdikbud.go.id/, diakses pada 20 Desember 2025.
Risa, Fiona Alde, dan Miftahulkhairah Anwar. (2021). Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk pada Iklan Ramayana Department Store. Suar Betang: 16(2), 159-167.
Salsabila, A. P. et al. (2026). Wacana Media tentang Legalisasi Thrifting: Analisis Kritis Pemberitaan Koran Harian Mistar. Jurnal Bastra: 11(2), 560-571.
Septriana, Hera et al. (2022). Analisis Wacana Kritis Iklan Layanan Masyarakat Covid-19 pada Koran Media Indonesia (Kajian Teun A. Van Dijk). Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: 11(2), 117-125.
Sudaryanto. (2015). Metode Dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar. Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistik. Yogyakarta: Duta.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA
Sobur, Alex. (2017). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar Media Untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotika, dan Analisis Framing. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Van Dijk, Teun A. (1992). Text and Context (Explorations in the Semantics and Pragmatics of Discourse). New York: Longman.




