CAMPUR KODE DALAM PERISTIWA JUAL BELI DI PASAR WAKUMORO
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i2.2598Keywords:
campur kode, sosiolinguistik, interaksi pasarAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk campur kode dan faktor yang memengaruhi terjadinya campur kode dalam peristiwa jual beli di Pasar Wakumoro, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan lisan penjual dan pembeli yang muncul dalam transaksi jual beli di pasar. Data dikumpulkan melalui teknik simak, rekam, wawancara, dan catat, kemudian dianalisis melalui tahap transkripsi, identifikasi unsur campur kode, klasifikasi bentuk kebahasaan, penafsiran konteks tutur, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode muncul dalam bentuk penyisipan kata, penyisipan frasa, penyisipan klausa, dan perulangan kata. Campur kode yang ditemukan melibatkan bahasa Indonesia, bahasa Muna, bahasa Bugis, dan bahasa Jawa. Faktor yang memengaruhi terjadinya campur kode meliputi identifikasi peranan, identifikasi ragam, serta keinginan penutur untuk menjelaskan, menafsirkan, menegosiasikan makna, dan membangun keakraban sosial dengan lawan tutur. Temuan ini memperlihatkan bahwa campur kode dalam transaksi pasar tidak hanya merupakan gejala kebahasaan, tetapi juga strategi komunikasi yang berfungsi memperjelas harga, memperkuat solidaritas, dan memperlancar proses tawar-menawar.
References
Avicenna, A. (2019). Campur kode dalam peristiwa jual beli di lingkungan Pasar Sentral Sungguminasa Kabupaten Gowa. Jurnal Konsepsi, 8(2), 85-93.
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Fishman, J. A. (1965). Who speaks what language to whom and when? La Linguistique, 1(2), 67-88.
Kridalaksana, H. (1983). Kamus linguistik. Jakarta: Gramedia.
Marni, W. O. (2016). Campur kode dan alih kode dalam peristiwa jual beli di Pasar Labuan Tobelo Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara. Jurnal Bastra, 2(1), 1-15.
Muysken, P. (2000). Bilingual speech: A typology of code-mixing. Cambridge: Cambridge University Press.
Myers-Scotton, C. (1983). The negotiation of identities in conversation: A theory of markedness and code choice. International Journal of the Sociology of Language, 44, 115-136. https://doi.org/10.1515/ijsl.1983.44.115
Nababan, P. W. J. (1991). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Nilep, C. (2006). “Code switching” in sociocultural linguistics. Colorado Research in Linguistics, 19, 1-22.
Nuwa, G. G. (2017). Campur kode dalam transaksi jual beli. Bisastra, 1(2), 112-121.
Permana, A. F., & Widyaningsih, N. (2025). Campur kode dalam interaksi penjual dan pembeli di Pasar Gamping Kabupaten Sleman. Jurnal Diksatrasia, 9(1), 255-265.
Poplack, S. (1980). Sometimes I’ll start a sentence in Spanish Y TERMINO EN ESPAÑOL: Toward a typology of code-switching. Linguistics, 18(7-8), 581-618. https://doi.org/10.1515/ling.1980.18.7-8.581
Rahim, A. R., Arifuddin, & Thaba, A. (2020). Alih kode dan campur kode penjual dan pembeli di Pasar Pabbaeng Baeng Kota Makassar. Kredo: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 4(1), 245-261.
Sumarsih, Siregar, M., Bahri, S., & Sanjaya, D. (2014). Code switching and code mixing in Indonesia: Study in sociolinguistics. English Language and Literature Studies, 4(1), 77-88. https://doi.org/10.5539/ells.v4n1p77
Wei, L. (2005). “How can you tell?” Towards a common sense explanation of conversational code-switching. Journal of Pragmatics, 37(3), 375-389. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2004.10.008
Wulandari, V. W., Suciati, S., & Handayani, P. M. (2023). Alih kode dan campur kode dalam interaksi jual beli di Pasar Kayen Kabupaten Pati. Sasindo, 11(2), 295-301. https://doi.org/10.26877/jo.v11i2.16155
Munandar, A. (2018). Alih kode dan campur kode dalam interaksi masyarakat Terminal Mallengkeri Kota Makassar. Universitas Negeri Makassar. http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/10388




