PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK DIGITAL TEMA ALLTAG PADA PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN TINGKAT A1
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i2.2638Keywords:
Komik digital, membaca, bahasa Jerman, Alltag, CanvaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital berbasis multimodal dengan tema Alltag untuk mendukung keterampilan membaca bahasa Jerman pada Niveau A1. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan pembelajar dalam memahami teks bahasa Jerman yang disebabkan oleh keterbatasan kosakata dan kompleksitas struktur kalimat, sementara media pembelajaran yang digunakan belum mampu mendukung pemahaman secara kontekstual. Meskipun sejumlah penelitian menunjukkan bahwa komik digital dapat meningkatkan motivasi dan kosakata, kajian yang secara spesifik mengintegrasikan pendekatan multimodal untuk mendukung proses pemahaman membaca pada tingkat pemula masih terbatas. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa tingkat A1 Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Medan. Data dikumpulkan melalui angket kebutuhan, validasi ahli materi dan media, serta angket respon mahasiswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik digital yang dikembangkan memperoleh persentase validasi sebesar 95% dari ahli materi dengan kategori sangat layak dan 85% dari ahli media dengan kategori layak. Selain itu, respon mahasiswa menunjukkan bahwa media ini membantu memahami teks secara lebih kontekstual melalui integrasi teks dan visual. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan multimodal dalam komik digital berpotensi mendukung proses konstruksi makna dan mengurangi beban kognitif pembelajar bahasa asing tingkat pemula. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendekatan pembelajaran membaca berbasis multimodal dalam pembelajaran bahasa asing. Secara praktis, komik digital yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang kontekstual dan menarik untuk meningkatkan pemahaman membaca pada tingkat dasar.
References
Amaliyah, N., & Rande, R. (2024). Komik digital sebagai media inovatif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 2(3), 113-120. https://doi.org/10.58540/jurpendis.v2i3.814
Ammerer, H., & Oppolzer, A. (2022). Was kann der Comic? Didaktische Perspektiven auf ein (nicht mehr ganz) neues Medium. Universität Salzburg.
Anggraeni, P. D. (2024). The effect of digital comics learning media in improving students’ literacy. Jurnal Profesi Keguruan, 10(2), 131–140.
Aruan, L. (2025). Rencana pembelajaran semester (RPS) mata kuliah Lesen A1 semester ganjil 2025. Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan.
Chatzidimou, K. D., & Stravakou, P. A. (2024). The teaching and learning of German as a foreign language in Greece – A critical investigation and assessment. Journal of Advances in Education and Philosophy, 8(1), 32–40. https://doi.org/10.36348/jaep.2024.v08i01.003
Daniyati, A., Saputri, I. B., Wijaya, R., Septiyani, S. A., & Setiawan, U. (2023). Konsep dasar media pembelajaran. Journal of Student Research, 1(1), 282–294. https://doi.org/10.55606/jsr.v1i1.993
Dengler, S., Rusch, P., Schmitz, H., & Sieber, T. (2021). Netzwerk neu A1. Ernst Klett Sprachen.
Hamka. (2018). Media Pembelajaran Inklusi. Sidoarjo. Nizamia Learning Center
Harianto, D., Ahmad, A., & Utami, S. (2021). The use of Canva application as an effective and innovative learning media. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 19(1). https://doi.org/10.30863/didaktika.v19i1.8677
Kirchoff, J. (2019). Comics as multimodal texts in foreign language education. European Journal of Education, 54(1), 115–127.
Kustandi, C., & Darmawan, D. (2020). Pengembangan media pembelajaran: Konsep dan aplikasi. Kencana.
Kress, G. (2018). Multimodality: A social semiotic approach to contemporary communication. Routledge.
Mayasari, R., Sapri, J., & Turdjai, T. (2019). Pengembangan bahan ajar bahasa Jerman berbasis komik untuk meningkatkan kosakata dan keterampilan berbicara. Diadik: Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan, 8(1), 88–98.
Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.
Mawaresna, A., & Anwar, M. (2020). Hubungan antara penguasaan kosakata (Wortschatz) dengan kemampuan membaca memahami (Leseverstehen) teks bahasa Jerman siswa kelas XI. INTERFERENCE: Journal of Language, Literature, and Linguistics, 1(2), 153–158.
Paivio, A. (2017). Mind and its evolution: A dual coding theoretical approach. Psychology Press.
Riduwan (2014). Metode dan Teknik Menyusun Proposal Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sidauruk, E., Marbun, D., Tampubolon, Y., Theresa, T., Napitupulu, E., & Manurung, H. M. (2025). Analisis penggunaan media Canva untuk meningkatkan minat belajar siswa. PENDIPA Journal of Science Education, 9(2), 475–479. https://doi.org/10.33369/pendipa.9.2.475-479
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tomasouw, J., Serpara, H., & Nikijuluw, M.M (2022). Bahasa Jerman sebagai Jembatan Berkarir di Jerman. German für Gesellschaft (J-Gefüge), 1(1), 1- 8. https://doi.org/10.30598/jgefuege.1.1.1-8
Weinhandl, R. (2025). Der Einsatz von Comics als Lernmedium im schulischen Kontext. Johannes Kepler Universität.




