PERAN LEKSIKOGRAFI DALAM PENDOKUMENTASIAN DAN PELESTARIAN BAHASA DAERAH: RELEVANSINYA BAGI BAHASA NIAS
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i2.2707Keywords:
dokumentasi bahasa, pelestarian bahasa, kamusAbstract
Ancaman terhadap keberlangsungan bahasa daerah di Indonesia, termasuk bahasa Nias, semakin nyata seiring menguatnya pergeseran bahasa, melemahnya transmisi antargenerasi, dan terbatasnya dokumentasi leksikal yang dapat diakses publik. Dalam konteks tersebut, leksikografi dipandang sebagai instrumen strategis untuk mendokumentasikan kosakata, merekam pengetahuan budaya, dan mendukung revitalisasi bahasa. Artikel ini bertujuan menganalisis peran leksikografi dalam pendokumentasian dan pelestarian bahasa daerah serta merumuskan relevansinya bagi pengembangan dokumentasi bahasa Nias. Penelitian menggunakan studi pustaka naratif-analitis dengan menelaah buku linguistik, artikel jurnal, dan dokumen kelembagaan yang relevan dengan leksikografi, dokumentasi bahasa, bahasa Nias, dan pelestarian bahasa daerah. Analisis dilakukan melalui reduksi data, pengelompokan tema, sintesis temuan, dan interpretasi kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa leksikografi tidak hanya berfungsi sebagai penyusunan daftar kata, tetapi juga sebagai kerja ilmiah untuk menafsirkan makna, mencatat variasi pemakaian, dan mengarsipkan pengetahuan budaya. Bagi bahasa Nias, leksikografi relevan untuk mendokumentasikan kosakata kekerabatan, adat, ekologi, tradisi lisan, dan ungkapan sosial yang berpotensi melemah penggunaannya pada generasi muda. Kajian ini mengimplikasikan perlunya pengembangan kamus digital bahasa Nias berbasis komunitas yang memadukan validasi penutur, analisis linguistik, dan teknologi digital agar dokumentasi bahasa tidak berhenti sebagai arsip pasif, tetapi berfungsi sebagai sarana pembelajaran dan revitalisasi.
References
Aprilia, P., Amri, K., Annahari, A., Parapat, A. A., Hasibuan, S. R., & Harahap, R. A. (2025). Mandailing Language Maintenance in the Era of Globalization: Challenges, Strategies, and Prospects. 1(1), 25–37. https://doi.org/10.64733/journalangkola-mandailing.v1i1.99
Ardia, Y. R. (2025). Dinamika penggunaan bahasa lampung dalam keluarga di kota bandar lampung: studi intergenerasional. Jurnal Punyimbang, 5(2), 78–87. https://doi.org/10.23960/punyimbang.v5i2.807
Atkins, B. T. S., & Rundell, M. (2008). The Oxford Guide to Practical Lexicography. Oxford: Oxford University Press.
Austin, P. K., & Sallabank, J. (Eds.). (2011). The Cambridge Handbook of Endangered Languages. Cambridge: Cambridge University Press.
Budiwiyanto, A. (2019). Penyerapan Kosakata Bahasa Daerah ke dalam Bahasa Indonesia pada Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. 3(1), 1–14. https://doi.org/10.26499/MAB.V3I1.97
Chaer, A. (2007). Leksikologi dan Leksikografi Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Dewandono, W. A. (2020). Leksikologi dan leksikografi dalam pembuatan dan pemaknaan kamus. Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya.
Halliday, M. A. K. (1978). Language as Social Semiotic: The Social Interpretation of Language and Meaning. London: Edward Arnold.
Hinton, L. (2011). Revitalization of endangered languages. Dalam P. K. Austin & J. Sallabank (Eds.), The Cambridge Handbook of Endangered Languages. Cambridge: Cambridge University Press.
Ilham, & Dwinata, R. R. (2023). Leksikografi: Pemertahanan bahasa Tidung melalui penyusunan kamus ekologi. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal.
Iwan, I., Hidayat, S., & Jannah, I. M. (2023). Local language maintenance: a cultural and sociolinguistic perspective. 1(1), 18–23. https://doi.org/10.63762/ijolac.v1i1.4
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Landau, S. I. (2001). Dictionaries: The Art and Craft of Lexicography. Cambridge: Cambridge University Press.
Laoli, N. (2022). Kosakata budaya dalam bahasa Nias sebagai cerminan struktur sosial masyarakat. Jurnal Bahasa dan Budaya, 10(1), 45-58.
Muhidin, R. (2015). Kosakata budaya yang berhubungan dengan adat perkawinan melayu bangka di kota pangkalpinang (cultural vocabulary associated with bangka malay marriage tradition in pangkalpinang). 43(1), 79–88. https://doi.org/10.26499/WDPRW.V43I1.107
Nasution, R., & Harahap, S. H. (2023). Digitalisasi bahasa daerah sebagai strategi pelestarian bahasa berbasis generasi muda. Jurnal Linguistik dan Pendidikan Bahasa.
Ramadhani, D. M., Prayetno, B., Ikhsan, T., Nova, S. T., & Nazaruddin, N. (2025). The Existence of Javanese Language in Wonomulyo: A Philosophical and Multicultural Study. Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(02), 621–633. https://doi.org/10.47709/jbsi.v5i02.7188
Simanjuntak, V. H. M., & Marpaung, F. D. N. (2025). Threats and Preservation Efforts of Local Languages in a Heterogeneous City: A Case Study of Medan, North Sumatra. https://doi.org/10.31940/senarilip.v7i1.98-107
Siregar, A. L., dkk. (2025). Perkembangan leksikografi digital di Indonesia: Analisis literatur inovasi dan tantangan. Jurnal Pendidikan Tambusai.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suktiningsih, W., Syarifaturrahman, W. K., & Supatmiwati, D. (2022). Indeksikalitas leksikon kekerabatan etnis Sasak masyarakat Rembiga Mataram. Litera, 21(3), 323–333. https://doi.org/10.21831/ltr.v21i3.47905
Tarigan, H. G. (2009). Pengajaran Kosakata. Bandung: Angkasa.
UNESCO. (2021). World Atlas of Languages: Languages and Their Status. Paris: UNESCO Publishing.
Verhaar, J. W. M. (2012). Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Zgusta, L. (1971). Manual of Lexicography. The Hague: Mouton.




