Leksikon Budaya Batak Toba dalam Lirik Lagu Anakkon Hi Do Hamoraon di Au dan Uju Dingolukkon Ma Nian: Kajian Antropolinguistik
Batak Toba Cultural Lexicons in the Song Lyrics of Anakkon Hi Do Hamoraon di Au and Uju Dingolukkon Ma Nian: An Anthropolinguistic Study
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2720Keywords:
Leksikon Budaya, Batak Toba, Antropolinguistik, Lirik Lagu, Kearifan LokalAbstract
Penelitian ini mengkaji leksikon budaya Batak Toba yang terdapat dalam lirik lagu Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au karya Nahum Situmorang dan Uju Dingolukkon Ma Nian karya Deny Siahaan dengan menggunakan pendekatan antropolinguistik. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi, menganalisis makna, dan membandingkan leksikon budaya yang terkandung dalam kedua lagu tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tiga tahap: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menemukan 11 satuan leksikal budaya utama yang merepresentasikan nilai Hagabeon, Hamoraon, Hasangapon, dan Holong, tiga nilai pertama merupakan falsafah 3H yang menjadi orientasi sosial masyarakat Batak Toba, sedangkan Holong merupakan nilai relasional yang memperkuat hubungan orang tua dan anak, serta nilai pendidikan, etos kerja, merantau, dan penghormatan kepada orang tua. Kedua lagu sama-sama menempatkan satuan leksikal anakkon sebagai satuan leksikal paling dominan, namun dengan perspektif yang berbeda. Penelitian ini membuktikan bahwa lirik lagu Batak Toba merupakan media yang kaya akan satuan leksikal budaya dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
References
Aritonang, M. D. (2020). Analisis bentuk sapaan terhadap anak perempuan dalam bahasa Batak Toba pada lirik lagu "Boru Panggoaran, Boru Buha Baju dan Supir Panjang". LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan, 10(2), 153–163.
Basaria, I. (2022). Umpasa as a cultural Batak Toba poem: Anthropolinguistic study. Dalam Second International Conference on Public Policy, Social Computing and Development (ICOPOSDEV 2021) (hlm. 120–127). Atlantis Press.
detikSumut. (2023, Februari 1). Lirik dan arti lagu Batak Uju Dingolukon: Orang tua ingin diperlakukan baik oleh anak. Diakses dari https://www.detik.com/sumut/berita/d-6545293
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Lagu Batak. (2008, Agustus 31). Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au. Diakses dari https://lagubatak.wordpress.com/syair/anakhon-hi-do-hamoraon-di-au/
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Sage.
Moleong, L. J. (2014). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Monica, M., Hudiyono, Y., & Hanum, I. S. (2020). Tradisi lisan upacara adat Saur Matua suku Batak Toba: Tinjauan antropolinguistik. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 4(3), 422–429.
Nainggolan, A. A., Sinulingga, J., & Purba, A. R. (2021). Sulang-sulang pahompu etnik Batak Toba kajian antropolinguistik. Kompetensi, 14(2), 69–81.
Purba, C. D. N., Haloho, M. M. I., & Manurung, S. P. (2025). Analisis makna dan nilai lagu Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au sebagai media pelestarian budaya Batak Toba. Jurnal Basataka (JBT), 8(2), 1914–1918.
Sibarani, R. (2004). Antropolinguistik: Antropologi linguistik, linguistik antropologi. Poda.
Sibarani, R. (2015). Pendekatan antropolinguistik terhadap kajian tradisi lisan. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 1(1), 1–17.
Sinaga, M. U., Saragih, E., & Perangin-angin, E. (2023). Analisis pragmatik lirik tujuh lagu bahasa Batak Toba bertemakan penghormatan anak kepada orang tua. SeBaSa, 6(2), 319–336.
Situmorang, O., & Sibarani, R. (2021). Tradisi budaya dan kearifan lokal paulak une dan maningkir tangga pada pernikahan Batak Toba di desa Sigapiton kecamatan Ajibata: Kajian antropolinguistik. Kompetensi, 14(2), 82–91.
Warneck, J. (1977). Kamus Batak Toba–Indonesia. Bina Media.




