Makna Simbolisme dalam Lima Cerpen Kumpulan Jreng Karya Putu Wijaya: Kajian Semiotika Roland Barthes
The Meaning of Symbolism in Five Short Stories from the Collection Jreng by Putu Wijaya: A Semiotic Study of Roland Barthes
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2762Keywords:
simbolisme, semiotika, cerpenAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol-simbol dalam kumpulan cerpen Jreng karya Putu Wijaya, mendeskripsikan makna denotatif, konotatif, dan mitos dari simbol-simbol tersebut, serta mendeskripsikan klasifikasi simbolisme yang terkandung berdasarkan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika model Roland Barthes. Data dikumpulkan melalui teknik hermeneutik dan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teori klasifikasi simbolisme yang digunakan dalam analisis ini bersumber dari tipologi simbolisme Parsons yang mencakup aspek konstitutif, kognitif, evaluatif, dan ekspresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam kumpulan cerpen Jreng membentuk pola tematik yang mendalam: (1) dalam cerpen Cermin, simbol cermin merepresentasikan krisis identitas; (2) dalam cerpen Kepala, simbol kepala merepresentasikan hilangnya kesadaran kritis; (3) dalam cerpen Dede, sosok Dede merepresentasikan marginalisasi nilai kemanusiaan; (4) dalam cerpen Hak, simbol hak merepresentasikan perjuangan keadilan sosial; dan (5) dalam cerpen Suara, simbol suara merepresentasikan kebebasan berekspresi yang terbungkam. Keseluruhan simbol tersebut beroperasi pada tataran denotasi, konotasi, hingga terbentuknya mitos yang berfungsi sebagai media kritik sosial, refleksi psikologis, dan pengungkapan persoalan eksistensial manusia.
References
Bahri, S. (2019). Analisis semiotika Roland Barthes dalam karya sastra. Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(1), 1–10.
Barthes, R. (2017). Mitologi (Nurhadi & A. Uzair, Terj.). Kreasi Wacana.
Fitria, N. (2017). Simbolisme dalam karya sastra dan representasi makna sosial. Jurnal Kajian Sastra, 5(2), 108–115.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Nugroho, A. (2015). Simbol ekspresif dalam karya sastra modern Indonesia. Jurnal Humaniora, 3(1), 1–10.
Nurhayani, Y. A. (2023). Analisis makna simbolisme dalam karya A’idh Abdullah Al-Qarni (Telaah buku Al-Qur’an Berjalan) [Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Parepare]. Repositori IAIN Parepare.
Parsons, T. (1951). The social system. Routledge.
Rahma, D. (2022). Analisis makna dalam cerpen "Kalau Boleh Memilih Lagi" karya Putu Wijaya. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(2), 45–56.
Satria, R. (2018). Simbol dan makna dalam teks monolog "Aeng" karya Putu Wijaya. Jurnal Sastra Indonesia, 6(1), 20–31.
Septiana, L. (2019). Konsep mitos dalam semiotika Roland Barthes. Jurnal Ilmu Budaya, 8(1), 44–50.
Setijowati, E. (2018). Kekerasan simbolik dalam karya Putu Wijaya "Nyali". Jurnal Poetika, 6(2), 88–99.
Sidik. (2022). Cerpen sebagai representasi kehidupan. Jurnal Bastra, 7(2), 15–25.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tarsinih, E. (2018). Simbol evaluatif dalam karya sastra Indonesia modern. Jurnal Pendidikan Bahasa, 9(1), 70–76.
Wibisono, A., & Sari, M. (2021). Kajian semiotika Roland Barthes dalam teks sastra. Jurnal Bahasa dan Budaya, 10(1), 28–36.
Wijaya, P. (2018). Jreng. Pustaka Firdaus.
Wulansari, R., dkk. (2023). Kalimat imperatif dalam kumpulan cerpen "Jreng" karya Putu Wijaya. Jurnal Linguistik Indonesia, 12(2), 101–112.




