Perkembangan Istilah Baru dalam Bahasa Indonesia di Era Digital: Kajian Literatur

The Development of New Terms in the Indonesian Language in the Digital Era: A Literature Review

Authors

  • Cefin Syahputra Natama Sitanggang Universitas Negeri Medan
  • Mawar Ropita Sari Br Limbong Universitas Negeri Medan
  • Marina Uly Arta Manik Universitas Negeri Medan
  • Jona Yehezkiel Ginting Universitas Negeri Medan
  • Muhammad Anggie Januarsyah Daulay Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2770

Keywords:

bahasa digital, media sosial, sosiolinguistik, perubahan bahasa, neologisme

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mempercepat inovasi kosakata dalam bahasa Indonesia, terutama melalui media sosial yang menyirkulasikan istilah baru, bahasa gaul, singkatan, campur kode, dan neologisme. Artikel ini mendeskripsikan perkembangan istilah baru bahasa Indonesia di era digital, mengidentifikasi faktor sosial-teknologis yang memengaruhi kemunculan dan penyebarannya, serta menjelaskan pola penggunaan istilah tersebut oleh generasi muda sebagai sumber identitas sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur tersistem terhadap sumber akademik yang dapat ditelusuri, laporan resmi, dan teori sosiolinguistik. Analisis diarahkan oleh sosiolinguistik variasionis Labov, khususnya konsep perubahan bahasa, komunitas tutur, serta gengsi terbuka dan tersembunyi. Hasil kajian menunjukkan bahwa istilah digital berkembang melalui pinjaman asing, akronim kreatif, pergeseran makna, sirkulasi meme intertekstual, dan adaptasi lokal. TikTok, Instagram, X/Twitter, influencer, serta komunitas muda menjadi akselerator utama penyebaran istilah. Pembahasan menawarkan dua kontribusi konseptual, yaitu algorithmic prestige sebagai gengsi bahasa yang dimediasi sistem visibilitas platform dan plurilingual digital competence sebagai kemampuan berpindah antar-komunitas tutur digital. Artikel ini menyimpulkan bahwa neologisme digital tidak semata-mata merupakan ancaman terhadap bahasa Indonesia baku, melainkan bukti vitalitas bahasa yang perlu direspons melalui kebijakan bahasa dan pendidikan yang kritis, kontekstual, dan produktif.

References

Ahmad, A. (2025). Penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja terhadap identitas kebahasaan di era digital. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra. https://e-journal.my.id/onoma/article/view/5018

Amalia, S., Jumadi, & Dewi, D. W. C. (2023). Analisis peran Instagram dalam menyebarkan kosakata baru dalam bahasa Indonesia di era digital. Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa, 1(4), 1-14. https://ejournal.warunayama.org/index.php/argopuro/article/view/1107

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). APJII jumlah pengguna internet Indonesia tembus 221 juta orang. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2023). Kamus Besar Bahasa Indonesia daring. https://kbbi.kemdikbud.go.id

Booth, A., Sutton, A., & Papaioannou, D. (2016). Systematic approaches to a successful literature review (2nd ed.). SAGE.

Cotter, K. (2019). Playing the visibility game: How digital influencers and algorithms negotiate influence on Instagram. New Media & Society, 21(4), 895-913. https://doi.org/10.1177/1461444818815684

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE.

Crystal, D. (2006). Language and the internet (2nd ed.). Cambridge University Press.

Crystal, D. (2008). Txtng: The gr8 db8. Oxford University Press.

DataReportal. (2026). Digital 2026: Indonesia. https://datareportal.com/reports/digital-2026-indonesia

Ferguson, C. A. (1959). Diglossia. Word, 15(2), 325-340. https://doi.org/10.1080/00437956.1959.11659702

Hamidah, A. A. A., Rosalina, S., & Triyadi, S. (2023). Kajian sosiolinguistik ragam bahasa gaul di media sosial TikTok pada masa pandemi Covid-19 dan pemanfaatannya sebagai kamus bahasa gaul. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 9(1), 61-68. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i1.2029

Herman, L. M. (2023). For who page? TikTok creators' algorithmic dependencies. IASDR 2023: Life-Changing Design. https://doi.org/10.21606/iasdr.2023.576

Herring, S. C. (2007). A faceted classification scheme for computer-mediated discourse. Language@Internet, 4(1). https://www.languageatinternet.org/articles/2007/761

Iswatiningsih, D., Fauzan, & Pangesti, F. (2021). Ekspresi remaja milenial melalui penggunaan bahasa gaul di media sosial. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(2), 476-489. https://doi.org/10.22219/kembara.v7i2.18301

Kristianti, T. (2021). Penggunaan istilah asing dalam bahasa gaul kaum milenial di media komunikasi virtual. Likhitaprajna: Jurnal Ilmiah, 23(2), 152-160. https://doi.org/10.37303/likhitaprajna.v23i2.200

Labov, W. (1966). The social stratification of English in New York City. Center for Applied Linguistics.

Labov, W. (1972). Sociolinguistic patterns. University of Pennsylvania Press.

Labov, W. (1994). Principles of linguistic change: Internal factors (Vol. 1). Blackwell.

Labov, W. (2001). Principles of linguistic change: Social factors (Vol. 2). Blackwell.

Mayring, P. (2000). Qualitative content analysis. Forum: Qualitative Social Research, 1(2), Article 20. https://doi.org/10.17169/fqs-1.2.1089

Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative research: A guide to design and implementation (4th ed.). Jossey-Bass.

Puspasari, K. D. (2024). The influence of the TikTok algorithm on Gen Z's language: A sociolinguistic study. International Journal on Advanced Science, Education, and Religion. https://ojs.staialfurqan.ac.id/IJoASER/article/view/679

Rahmawati, R. (2024). Analisis pengaruh TikTok dalam penggunaan variasi bahasa terhadap Gen Z. Jubah Raja: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 3(2), 148-157. https://ojsdev.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/JR/article/view/4894

Satriani, S. (2021). Media sosial sebagai ruang kreasi neologisme. Al-MUNZIR, 14(1), 57-70. https://doi.org/10.31332/am.v14i1.2463

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333-339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Trudgill, P. (1974). The social differentiation of English in Norwich. Cambridge University Press.

Wardhaugh, R., & Fuller, J. M. (2015). An introduction to sociolinguistics (7th ed.). Wiley-Blackwell.

Yus, F. (2011). Cyberpragmatics: Internet-mediated communication in context. John Benjamins

Downloads

Published

2026-05-27

How to Cite

Cefin Syahputra Natama Sitanggang, Mawar Ropita Sari Br Limbong, Marina Uly Arta Manik, Jona Yehezkiel Ginting, & Muhammad Anggie Januarsyah Daulay. (2026). Perkembangan Istilah Baru dalam Bahasa Indonesia di Era Digital: Kajian Literatur: The Development of New Terms in the Indonesian Language in the Digital Era: A Literature Review. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 11(3), 1532–1540. https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2770