Gaya Bahasa dan Konstruksi Makna Ambang Kematian dalam Lirik Lagu “Menuju Temaram” Karya Superman Is Dead: Kajian Stilistika
Language Style and the Construction of the Meaning of the Threshold of Death in the Lyrics of Menuju Temaram by Superman Is Dead: A Stylistic Study
DOI:
https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2776Keywords:
gaya bahasa, lirik lagu, majas, stilistika, Superman Is DeadAbstract
Kajian stilistika terhadap lirik lagu populer penting dilakukan karena lirik tidak hanya bekerja sebagai teks hiburan, tetapi juga sebagai ruang artikulasi pengalaman batin, kritik sosial, dan refleksi eksistensial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk gaya bahasa dalam lirik lagu “Menuju Temaram” karya Superman Is Dead serta menjelaskan fungsi gaya bahasa tersebut dalam membangun makna lagu. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data berupa satuan lingual dalam lirik lagu yang mengandung majas, sedangkan sumber data adalah teks lirik lagu “Menuju Temaram” yang dianalisis melalui teknik simak, baca, catat, pengodean, klasifikasi, dan analisis isi. Instrumen penelitian berupa kartu data yang memuat kode data, satuan lingual, kategori majas, indikator kebahasaan, dan fungsi semantis. Hasil penelitian menunjukkan dua belas satuan data yang terkategori ke dalam tiga jenis majas dominan, yaitu personifikasi, metafora, dan hiperbola. Personifikasi muncul melalui penghidupan unsur ruang, gerak, aroma, dan waktu; metafora tampak pada citra tubuh, bunga, batin, kerapuhan, dan mimpi; sedangkan hiperbola digunakan untuk memperkuat intensitas rasa sakit, kehilangan, dan idealisasi figur yang dicintai. Pembahasan menunjukkan bahwa ketiga majas tersebut membangun makna temaram sebagai ruang ambang antara hidup dan mati, penyesalan dan harapan pengampunan, serta keterbatasan manusia ketika berhadapan dengan akhir kehidupan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian stilistika lirik lagu populer Indonesia, khususnya dengan menunjukkan bahwa gaya bahasa dalam lirik punk rock dapat dibaca sebagai mekanisme estetik sekaligus semantis yang mengorganisasi pengalaman religius, emosional, dan eksistensial.
References
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394
Andriana, D., Lova, M., & Utami, S. (2022). Majas dalam puisi dan lagu karya Fiersa Besari. Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 6(2), 86–107. https://doi.org/10.25273/linguista.v6i2.12580
Haedariah, H., Alan, & Kasmarita, A. (2023). Analisis gaya bahasa pada lirik lagu dalam album “Manusia” karya Tulus. Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan, 1(2), 143–155. https://doi.org/10.59031/jkppk.v1i2.237
Hermintoyo, M. (2018). Kalimat metaforis sebagai sarana estetika dalam lirik lagu dangdut. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 13(3), 380–389. https://doi.org/10.14710/nusa.13.3.380-389
Keraf, G. (2010). Diksi dan gaya bahasa. Gramedia Pustaka Utama.
Lafamane, F. (2024). Pengantar stilistika: Komponen kajian stilistika. Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 268–276.
Lestari, S. P., Amalia, S. N., & Sukawati, S. (2019). Analisis majas dalam lirik lagu “Hingga Ujung Waktu” karya Eross Candra. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 15–20. https://doi.org/10.22460/p.v2i1p%25p.1883
Maretta, A. D., Wardani, N. E., & Anindyarini, A. (2019). Analisis stilistika dan nilai pendidikan karakter dalam lirik-lirik lagu Fourtwnty album Lelaku serta relevansinya sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia tingkat SMA. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(2), 31–39. https://doi.org/10.20961/basastra.v6i2.37667
Mirza, M., & Dita, R. (2022). Analisis gaya bahasa pada lirik lagu “Rumpang” karya Nadin Amizah. Cendekia: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan, 2(4), 40–45. https://doi.org/10.55606/cendikia.v2i4.447
Nurgiyantoro, B. (2014). Stilistika. Gadjah Mada University Press.
Qomaruddin, Q., & Sa’diyah, H. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84. https://doi.org/10.52620/jomaa.v1i2.93
Ratna, N. K. (2009). Stilistika: Kajian puitika bahasa, sastra, dan budaya. Pustaka Pelajar.
Safarudin, R., Zulfamanna, Z., Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian kualitatif. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2), 9680–9694.
Saputry, D. (2023). Gaya bahasa dalam lirik lagu “Bertaut” karya Nadin Amizah. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP), 6(2), 317–326. https://doi.org/10.31539/kibasp.v6i2.6529
Saragih, A. K., Manik, N. S., Rema, R., & Br, Y. (2021). Hubungan imajinasi dengan karya sastra novel. Asas: Jurnal Sastra, 10(2).
Setiawati, A. M., Ayu, D. M., Wulandari, S., & Putri, V. A. (2021). Analisis gaya bahasa dalam lirik lagu “Bertaut” Nadin Amizah: Kajian stilistika. Jurnal Penelitian Humaniora, 26(1), 26–37. https://doi.org/10.21831/hum.v26i1.41373
Subagiharti, H., Handayani, D. S., & Lubis, N. (2022). Analisis metafora dalam lirik-lirik lagu Band Ungu: Kajian stilistika. All Fields of Science Journal Liaison Academia and Society, 2(1), 454–461. https://doi.org/10.58939/afosj-las.v2i1.176
Superman Is Dead. (2009). Menuju Temaram [Song]. On Angels & the Outsiders. Sony Music Entertainment Indonesia.
Wahyudinata, H., Sidik, B., Afiati, L. N., & Sukandar, R. (2024). Analisis stilistika pada lirik lagu JKT48 “After Rain” serta pemanfaatannya sebagai bahan ajar di tingkat SMA kelas X. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 3216–3222.
Yudi, R. D., Ismayanti, D. D., Maryam, A. A., & Rahmadani, S. N. (2023). Analisis gaya bahasa dan makna lirik lagu “Sorai” oleh Nadin Amizah. Artikulasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 103–109.
Zaimar, O. K. S. (2002). Majas dan pembentukannya. Makara Human Behavior Studies in Asia, 6(2), 45–57. https://doi.org/10.7454/mssh.v6i2.38




