Rasionalisasi sebagai Strategi Pertahanan Ego Remaja dalam Film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 (Analisis Psikoanalisis Freud)

Rationalization as an Ego Defense Mechanism of Adolescents in the Film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995: A Sigmund Freud Psychoanalytic Analysis

Authors

  • Salsabila Endani Universitas Jambi
  • Dimas Anugrah Adiyadmo Universitas Jambi
  • Yusra D Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2784

Keywords:

Rasionalisasi, Mekanisme Pertahanan Diri, Psikoanalisis Sigmund Freud, Psikologi Sastra, Film Ancika 1995

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mekanisme pertahanan diri berupa rasionalisasi yang dilakukan tokoh utama dalam film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian berupa film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 karya Benni Setiawan yang diadaptasi dari novel Pidi Baiq. Data penelitian berupa fragmen dialog, monolog, dan indikator visual yang merepresentasikan interaksi antara struktur kepribadian id, ego, dan superego. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak, catat, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara interpretatif. Temuan penelitian ini menunjukkan keunikan spesifik pada karakter Ancika sebagai representasi perempuan muda yang mandiri; berbeda dengan tokoh perempuan dalam penelitian sejenis yang umumnya menggunakan rasionalisasi sebagai pelarian pasif akibat subordinasi, Ancika justru menggunakan rasionalisasi secara aktif sebagai instrumen untuk menegakkan otonomi personal dan batasan diri (boundaries) di tengah desakan realitas sosial. Struktur kepribadian yang paling dominan memicu mekanisme ini adalah ego yang beroperasi di bawah prinsip realitas. Rasionalisasi bermanifestasi secara khas melalui pola penutupan emosi (emotional masking) dan pemberian alasan logis-intelektual untuk menolak stereotip romantisasi remaja pada masanya. Dengan demikian, film ini tidak sekadar memperlihatkan dinamika pertahanan diri biasa, melainkan sebuah bentuk negosiasi psikologis yang kuat dalam mempertahankan citra diri dan kedaulatan emosional seorang perempuan.

References

Abrams, M. H. (1999). A glossary of literary terms (7th ed.). Earl McPeek.

Ahmadi, A., Az Zahra, K. R., & Raharjo, R. P. (2024). Mekanisme pertahanan diri tokoh utama dalam karya sastra perspektif psikoanalisis Sigmund Freud. Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(2), 120–134.

Aryani, A., & Abdalah, M. (2022). Psikologi eksistensial tokoh Ancika dalam novel Ancika karya Pidi Baiq. JPI: Jurnal Pustaka Indonesia, 2(3), 162–173. https://doi.org/10.62159/jpi.v2i2.594

Damono, S. D. (2014). Alih wahana. Penerbit Buku Kompas.

Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian sastra. CAPS.

Faidah, C. N. (2019). Ekranisasi sastra sebagai bentuk apresiasi sastra penikmat alih wahana. Hasta Wiyata, 2(2), 1–13. https://doi.org/10.21776/ub.hastawiyata.2019.002.02.01

Freud, S. (1992). The essentials of psycho-analysis (A. Freud, Ed.; J. Strachey, Trans.). Penguin Books.

Hidayat, R., & Nugroho, A. (2023). Dinamika transformasi psikologis karakter dalam ekranisasi novel populer Indonesia. Jurnal Besaung: Jurnal Seni Desain dan Budaya, 8(2), 112–120. https://doi.org/10.36982/jsdb.v8i2.3456

Isnawati. (2017). Analisis tokoh utama dalam novel Ashmora Paria karya Herlinatiens (Kajian psikoanalisis Sigmund Freud). Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 2(1), 512–531. https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/728

Kristiani, I., Adiyadmo, D. A., & D, Y. (2026). Representasi id pada tokoh utama Ian dalam film Perayaan Mati Rasa: Kajian psikoanalisis. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 11(2), 615–623. https://doi.org/10.36709/bastra.v11i2.2589

Mubarok, A., Nugroho, Y. E., & Supriyanto, T. (2024). Nasionalisme dalam narasi cerita film: Analisis pendekatan naratif Tzvetan Todorov pada film Bacharuddin Jusuf Habibie & Hasri Ainun Besari. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 9(1), 153–164. https://doi.org/10.36709/bastra.v9i1.xxxx

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Nugraha, P., & Eriend, D. (2024). Peran script writer dalam menyampaikan pesan moral melalui film Sabda Rindu. Jurnal Komunikasi Kreatif, 4(2), 339–343. http://jurnal.pasca.unpad.ac.id/index.php/jkk/article/view/xxxx

Nurgiyantoro, B. (2013). Teori pengkajian fiksi. Gadjah Mada University Press.

Pamungkas, A. D., & Sukmawan, C. (2020). Ekranisasi novel Dilan 1990 karya Pidi Baiq ke dalam bentuk film sutradara Fajar Bustomi. Jurnal Sastra Indonesia, 9(2), 114–122. https://doi.org/10.15294/jsi.v9i2.38541

Rahmawati, A., & Setiawan, H. (2023). Representasi ketegasan dan kemandirian tokoh utama perempuan dalam novel Ancika: Dia yang Bersamaku di Tahun 1995 karya Pidi Baiq. Jurnal Genre: Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 5(2), 89–101. https://doi.org/10.26555/genre.v5i2.7890

Ratna, N. K. (2010). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Pustaka Pelajar.

Syalsabilla, N., Silaban, D., Gaol, A. L., Pardosi, Y. R., Sitepu, E. L., & Gafari, M. O. F. (2026). Subjektivitas perempuan dalam relasi toksik: Analisis feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir pada film Posesif (2017). Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 8(1). https://doi.org/10.29303/kopula.v8i1.9854

Winanta, F. P., Adiyadmo, D. A., & Yusra, D. (2025). Analisis konflik batin mendekat-menjauh tokoh utama dalam novel Dilan Tahun 1990 karya Pidi Baiq. Jurnal Gramatika, 7(2), 230–239. https://doi.org/10.26555/jg.v7i2.12852

Downloads

Published

2026-05-25

How to Cite

Salsabila Endani, Dimas Anugrah Adiyadmo, & Yusra D. (2026). Rasionalisasi sebagai Strategi Pertahanan Ego Remaja dalam Film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 (Analisis Psikoanalisis Freud): Rationalization as an Ego Defense Mechanism of Adolescents in the Film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995: A Sigmund Freud Psychoanalytic Analysis. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 11(3), 1488–1496. https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2784