Variasi Bahasa dan Style Shifting pada Trash Talking dalam Live Streaming YouTube Top Global Miya: Kajian Sosiolinguistik

Language Variation and Style Shifting in Trash Talking during Top Global Miya’s YouTube Live Streaming: A Sociolinguistic Study

Authors

  • Eiykel Suranta Siboro Universitas Negeri Medan
  • Mara Untung Ritonga Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2793

Keywords:

variasi bahasa, trash talking, sosiolinguistik, style shifting, game online, live streaming

Abstract

Penelitian ini membahas variasi bahasa dan style shifting pada trash talking dalam live streaming YouTube Top Global Miya, yaitu kanal streamer Mobile Legends Pascol. Penelitian dilakukan karena trash talking dalam game online tidak hanya menunjukkan perilaku verbal agresif, tetapi juga merepresentasikan variasi bahasa, identitas komunitas, ekspresi emosi, dan dinamika komunikasi digital. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk variasi bahasa trash talking serta menganalisis pergeseran gaya bahasa berdasarkan situasi tutur dalam live streaming game online. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, simak-catat, dan transkripsi selektif terhadap tiga video live streaming berjudul “Mabar 50K Cek Kodam 25K” pada kanal YouTube Top Global Miya dalam rentang 1-4 Juni 2025. Data utama penelitian berjumlah 69 tuturan. Klasifikasi variasi bahasa dilakukan secara non-eksklusif karena satu tuturan dapat memuat lebih dari satu ciri variasi bahasa; karena itu, total frekuensi kemunculan kategori berjumlah 82, terdiri atas bahasa vulgar 55 kemunculan (67,07%), slang 20 kemunculan (24,39%), dan kolokial 7 kemunculan (8,54%). Selain itu, ditemukan 18 data style shifting, meliputi kolokial ke vulgar 12 data, slang ke vulgar 5 data, dan vulgar ke kolokial 1 data. Temuan menunjukkan bahwa tekanan permainan, frustrasi, konflik antarpemain, humor, dan orientasi pada audiens memengaruhi pilihan bahasa streamer. Penelitian ini berkontribusi pada kajian sosiolinguistik digital dengan menunjukkan bahwa trash talking tidak dapat dipahami hanya sebagai penyimpangan bahasa, tetapi juga sebagai praktik sosial-linguistik yang mencerminkan spontanitas, identitas gamer, dan strategi komunikasi dalam budaya digital kompetitif.

References

Abie, R. W., & Rosmilawati, S. (2023). Perilaku toxic dalam komunikasi virtual di game online Mobile Legends: Bang Bang pada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi, 9(1).

Adiningtiyas, S. W. (2017). Peran guru dalam mengatasi kecanduan game online. KOPASTA: Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling, 4(1), 28-40. https://doi.org/10.33373/kop.v4i1.1121

August, N., & Paramita, S. (2022). Komunikasi pemasaran digital streamer dalam industri game online Indonesia. Kiwari, 1(2), 235-243. https://doi.org/10.24912/ki.v1i2.15477

Baskoro, A. (2009). Panduan praktis searching di internet. Jakarta: TransMedia.

Bell, A., Sharma, D., & Britain, D. (2016). Labov in sociolinguistics: An introduction. Journal of Sociolinguistics, 20(4), 399-408.

Blackburn, J., & Kwak, H. (2014). STFU NOOB!: Predicting crowdsourced decisions on toxic behavior in online games. In Proceedings of the 23rd International Conference on World Wide Web (pp. 877-888). ACM. https://doi.org/10.1145/2566486.2567987

Chaer, A., & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Chinita, T. N. (2020). Variasi bahasa penggunaan media sosial Instagram siswa SMA dan implikasinya dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia (Skripsi sarjana, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).

Conmy, B., Tenenbaum, G., Eklund, R., Roehrig, A., & Filho, E. (2013). Trash talk in a competitive setting: Impact on self-efficacy and affect. Journal of Applied Social Psychology, 43(5), 1002-1014. https://doi.org/10.1111/jasp.12064

Ferdyanto, S. (2023). Analisis wacana kritis trash-talk pada konten game Mobile Legends di kanal YouTube Gerrard Wijaya. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(19), 277-294.

Fiske, J. (1990). Introduction to communication studies (2nd ed.). London/New York: Routledge.

Fishman, J. A. (1972). The sociology of language. Rowley, MA: Newbury House.

Ibrahim, A. S. (1995). Sosiolinguistik: Sajian, tujuan, pendekatan, dan problem-problemnya. Surabaya: Usaha Nasional.

Islami, S. N. (2025). Variasi bahasa dan konteks sosial dalam tren Marriage Is Not Scary di TikTok: Tinjauan sosiolinguistik William Labov (Skripsi sarjana, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya).

Labov, W. (1972). Sociolinguistic patterns. Philadelphia: University of Pennsylvania Press.

Mamentu, R. A. (2022). Variasi bahasa berdasarkan gender di Perumahan Watutumou Permai (Skripsi sarjana, Universitas Sam Ratulangi Manado).

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (edisi revisi, cetakan ke-36). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Pratama, R. S., & dkk. (2024). Bahasa umpatan pada streamer YouTube game online Mobile Legend. Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(1).

Sumarsono. (2007). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2026-05-20

How to Cite

Eiykel Suranta Siboro, & Mara Untung Ritonga. (2026). Variasi Bahasa dan Style Shifting pada Trash Talking dalam Live Streaming YouTube Top Global Miya: Kajian Sosiolinguistik: Language Variation and Style Shifting in Trash Talking during Top Global Miya’s YouTube Live Streaming: A Sociolinguistic Study. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 11(3), 1307–1314. https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2793