Agensi Hewan dan Kritik Antroposentris dalam Novel Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang Karya Luis Sepúlveda

Animal Agency and Anthropocentric Criticism in Luis Sepúlveda’s The Story of a Seagull and the Cat Who Taught Her to Fly

Authors

  • Muhammad Rifqi Satria Pratama Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

DOI:

https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2798

Keywords:

agensi hewan, animal studies, antroposentrisme, ekokritik, Luis Sepúlveda

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk agensi hewan dan makna ekologis dalam novel Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang karya Luis Sepúlveda. Penelitian menggunakan pendekatan ekokritik yang diperkaya perspektif animal studies dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data utama ialah novel edisi Marjin Kiri tahun 2023, sedangkan data penelitian berupa 40 satuan naratif yang menunjukkan tindakan, keputusan, relasi sosial, ekspresi emosi, dan respons tokoh hewan terhadap kerusakan lingkungan. Data dikumpulkan melalui pembacaan intensif, pencatatan, pengodean, dan klasifikasi, kemudian dianalisis secara interpretatif melalui kategori agensi moral, sosial, emosional, dan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agensi ekologis merupakan kategori paling menonjol dengan 15 data, disusul agensi sosial 11 data, agensi moral 7 data, dan agensi emosional 7 data. Temuan ini memperlihatkan bahwa tokoh hewan dalam novel tidak hanya menjadi simbol atau pelengkap cerita, tetapi menjadi penggerak narasi yang mampu memegang janji, membangun solidaritas lintas spesies, menunjukkan empati, dan mengkritik pencemaran laut serta eksploitasi hewan oleh manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel Sepúlveda membangun etika ekologis yang menolak superioritas manusia dan menempatkan hewan sebagai subjek etis dalam jejaring kehidupan. Kontribusi penelitian terletak pada penguatan kajian ekokritik Indonesia melalui pembacaan animal agency dan kritik antroposentris dalam sastra anak ekologis.

References

Bradfield, K. Z., Carabott, K., & Bhandari, K. (2025). Defending the environmental status quo: An ecocritical analysis of the lived spaces of indigenous animals in contemporary Australian picturebooks. Australian Journal of Language and Literacy, 48, 265-281.

Droz, L. (2022). Anthropocentrism as the scapegoat of the environmental crisis: A review. Ethics in Science and Environmental Politics, 22, 25-49.

Gaard, G. (2009). Children’s environmental literature: From ecocriticism to ecopedagogy. Neohelicon, 36, 321-334.

Garrard, G. (2012). Ecocriticism (2nd ed.). Routledge.

Glotfelty, C., & Fromm, H. (Eds.). (1996). The Ecocriticism Reader: Landmarks in Literary Ecology. University of Georgia Press.

Harsono, S. (2008). Ekokritik: Kritik sastra berwawasan lingkungan. Kajian Sastra, 32(1), 31-50.

Iovino, S., & Oppermann, S. (2012). Material ecocriticism: Materiality, agency, and models of narrativity. Ecozon@, 3(1), 75-91.

Ismawati, I., Aswandikari, A., & Mahyudi, J. (2024). Kajian ekokritik dalam novel Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang karya Luis Sepúlveda. Diskursus, 7(2), 120-132.

Kasmawati, K., Sudikan, S. Y., Darni, D., & Ahmadi, A. (2025). Representasi lingkungan dalam novel karya Jemmy Piran: Kajian ekokritik. Ghancaran, 582-596.

Larasati, M. M. B. (2022). Kajian ekokritik sastra: Representasi lingkungan dan alam dalam 50 Cerpen Tani karya E. Rokajat Asura dkk. Jurnal Onoma, 8(2), 115-129.

Oppermann, S. (2010). Ecocriticism’s theoretical discontents. ISLE: Interdisciplinary Studies in Literature and Environment, 17(2), 251-269.

Sepúlveda, L. (2023). Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang. Marjin Kiri.

Setyoningrum, V. D., Mustaqim, A., Muslimah, A. N. I., & Septian, M. I. G. F. (2024). Kajian ekokritik dalam novel Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang karya Luis Sepúlveda. Ghancaran, Special Edition, 637-657.

Wolfe, C. (2003). Animal Rites: American Culture, the Discourse of Species, and Posthumanist Theory. University of Chicago Press.

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Muhammad Rifqi Satria Pratama. (2026). Agensi Hewan dan Kritik Antroposentris dalam Novel Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang Karya Luis Sepúlveda: Animal Agency and Anthropocentric Criticism in Luis Sepúlveda’s The Story of a Seagull and the Cat Who Taught Her to Fly. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 11(3), 1568–1574. https://doi.org/10.36709/bastra.v11i3.2798