Deiksis dalam Novel Tembang Ilalang Karya Md. Aminudin
Keywords:
deiksis, novelAbstract
Penelitian ini berjudul “Deiksis dalam Novel Tembang Ilalang Karya MD. Aminudin.
Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimakah jenis-jenis deiksis dalam novel
Tembang Ilalang Karya MD. Aminudin?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis
deiksis dalam novel Tembang Ilalang Karya MD. Aminudin. Metode yang digunakan untuk
menganalisis deiksis dalam novel Tembang Ilalang Karya MD. Aminudin adalah metode deskriptif
kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca keseluruhan novel “Tembang Ilalang”
secara berulang-ulang untuk mengidentifikasi jenis-jenis yang terdapat dalam novel, mencatat semua
kata atau kalimat yang berkaitan dengan deiksis yang ada dalam novel Tembang Ilalang, memberi
tanda (menggaris bawahi) bagian kata atau kalimat dalam novel yang berhubungan dengan jenis-jenis
deiksis.
Analisis data yang dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi,
menganalisis/interpretasi, menyimpulkan hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis di atas
menunjukkan bahwa dalam novel Tembang Ilalang Karya MD. Aminudin terdapat lima macam
deiksis seperti: deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial. (1)
deiksis persona terdiri atas tiga bagian yaitu: kata ganti orang pertama. Kata ganti orang pertama
terbagi atas: saya, aku, kami, dan kita, kata ganti orang kedua terbagi atas: kamu, Anda, kalian, dan
kata ganti orang ketiga terbagi atas: dia, ia, beliau, mereka. (2) deiksis tempat terbagi tiga bagian
yaitu: di sini, di situ, di sana. (3) deiksis waktu, deiksis waktu terbagi atas: kini, besok, dulu, nanti,
kemarin. (4) deiksis wacana, deiksis wacana terbagi atas: anafora dan katafora, sedangkan (5) deiksis
sosial adalah mengungkapkan atau menunjukkan perbedaan ciri sosial dan serta penggunaan sistem
sapaan dan penggunaan gelar. Simpulan dari penelitian ini yaitu, dalam novel Tembang Ilalang
terdapat deiksis yaitu: deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis
sosial. Saran dari peneliti yaitu, sangat mengharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan lagi
jenis-jenis deiksis yang ada.
References
Aminuddin. 2014. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Djajasudarma, Fatimah. 1993. Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan Kajian.
Bandung: PT Eresco.
Hutdopi08.(2013,19 Juni). Persona Laskar Pelangi. Diperoleh 20 November 2016, dari
(http://hutdopi08.blogspot.co.id/2013/06/persona-laskar-pelangi.html
)
Jabrohim. 2012. Teori Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Kridalaksana, Harmuti. 2008. Kamus Linguistik Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.
Marafad, La Ode Sidu. 2013. Mutiara Bahasa: Seluk Beluk Bahasa dan Uraiannya. Yogyakarta:
Pustaka Puitika.
Nababan, P.W.J. 1987. Ilmu Pragmatik (teori dan penerapannya). Jakarta: Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan.
Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Pradopo, Rachmat Djoko. 2013. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya.
Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Purwo, Bambang Kaswati. 1984. Deiksis dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Rahardi. 2005. Pragmatik Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Ratna, Nyoman Kutha. 2007. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra dan Strukturalisme
Hingga Postrukturalisme Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Santoso, Anang dkk. 2014. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas
Terbuka.
Suhardi. 2013. Pengantar Linguistik Umum. Jakarta: Ar-Ruzz Media.
Sumarsono. 2008. Buku Ajar Pragmatik. Singaraja: Undiksha Tim Penyusun. 2007. Kamus Besar
Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Wellek, Rene & Austin Warren. 1989. Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.
Yule, George. 2006. Pragmatik (Terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yule. 1993. Prinsip-Prinsip Pragmatik (terjemahan M.D.D. Oka). Jakarta: Universitas Indonesia.




