KEMAMPUAN MENULIS CERITA FANTASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KONAWE SELATANKENDARI

Authors

  • Ester Widyastuti Universitas Halu Oleo

Keywords:

cerita fantasi, kemampuan, menulis

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan menulis cerita
fantasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Konawe Selatan?.Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan kemampuan menulis cerita fantasi siwa kelas VII SMP Negeri 1
Konawe Selatan.Jenis penelitian yang digunakan tergolong penelitian lapangan. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi
dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri I Konawe Selatan tahun
pelajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa 237 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini
sebanyak 149 orang siswa dengan menggunakan teknik proportionate stratifed ramdom
sampling.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini
adalah kemampuan menulis cerita fantasi yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes
tertulis. Berdasarkan hasil penelitian Kemampuan menulis cerita fantasi siswa kelas VII
SMP Negeri 1 Konawe Selatan, dapat dijelaskan bahwa dari 149 siswa yang menjadi
sampel penelitian secara individual terdapat 72 orang siswa (48,32%) masuk kategori
mampu dan 77 orang siswa (51,67%) masuk kategori tidak mampu. Hal tersebut dapat
disimpulkan bahwa siswa kelas VII SMP Negeri 1 Konawe Selatan dalam menulis cerita
fantasi dikategorikan tidak mampu. Dikatakan demikian, karena secara klasikal
kemampuan menulis cerita fantasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Konawe Selatan hanya
mencapai 48,32% tidak mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu 85%. Hal tersebut
dapat dilihat dari perolehan nilai yang diperoleh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Konawe
Selatan dalam menulis cerita fantasi yang meliputi aspek kesesuaian isi dengan judul
(89,26%), orientasi (83,89%), komplikasi (54,36%), resolusi (46,97%), terdapat keanehan
atau keajaiban dalam cerita (45,63%), tokoh yang unik (46,30%), penggunaan kata ganti
orang(89,93%), penggunaan kata/ungkapan terkejut (42,95%), penggunaan kata sambung
urutan waktu (85,23%), dan penggunaan dialog/kalimat langsung dalam cerita (30,20%).
Dari keseluruhan aspek yang dinilai terdapat tiga aspek yang dikategorikan mampu
yaitu kesesuaian isi dengan judul, penggunaan kata ganti orang dan penggunaan kata
sambung urutan waktu.
Kata kunci: cerita fantasi; kemampuan; menulis;

References

Abigail, Monica. 2015. Belajar Menulis. Surabaya: JP Books.

Achmad, Sri Wintala. 2015. Buku Induk Mahir Bahasa dan Sastra Indonesia: Pedoman Praktis Menulis dalam Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Araska.

Aryani, Heviana Septi. 2015. Panduan Buku Majad, EYD, Peribahasa, Kata Baku dan Tidak Baku. Yogyakarta: Buku Pintar.

Dalman. 2016. Keterampilan Menulis. Jakarta: Rajawali Pers.

Hasriati, Titik, dkk. 2017. Buku Guru

Bahasa Indonesia Revisi 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Prbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Harsiati, Titik, dkk. 2017. Bahasa Indonesia Revisi 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Prbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Mahsun. 2014. Teks dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Jakarta: Rajawali Pers.

Mariani, Ani. 2010. Guru Bahasa Indonesia Harus Bisa Menulis.Jakarta: Pusat Bahasa.

Mulyadi, Yadi, ddk. 2018. Bahasa Indonesia untuk Siswa SMP/MTs Kelas VII. Bandung: Yrama Widya.

Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Parera, Jos Daniel. 1993. Menulis Tertib dan Sistematis. Jakarta: Erlangga

Rosidi, Imron. 2009. Menulis Siapa Takut?. Yogyakarta: Kanisisus.

Santosa, Puji, dkk. 2009. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Soebachman, Adiba A. 2016. Mahir Menulis dalam 4 hari. Yogyakarta: Kauna Pustaka.

Downloads

Published

2020-04-01

How to Cite

Ester Widyastuti. (2020). KEMAMPUAN MENULIS CERITA FANTASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KONAWE SELATANKENDARI . Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 5(2), 147–158. Retrieved from https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/754