KEMAMPUAN MENULIS CERITA FANTASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 17 KENDARI

Authors

  • Meidi Diana Universitas Halu Oleo

Keywords:

kemampuan, menulis, cerita

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah tentang kemampuan menulis cerita fantasi siswa
kelas VII SMP Negeri 17 Kendari. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan
kemampuan menulis cerita fantasi siswa kelas VII SMP Negeri 17 Kendari. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini
adalah siswa kelas VII SMP Negeri 17 Kendari tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa
211 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 orang siswa. Instrumen yang digunakan
untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu instrumen tes menulis. Siswa diberi
kebebasan untuk menulis cerita fantasi sesuai dengan kreativitas masing-masing. Berdasarkan
hasil penelitian, dapat dijelaskan bahwa dari 80 orang siswa yang menjadi sampel penelitian,
secara individual terdapat 63 orang siswa dengan persentase 78,75% masuk kategori mampu.
Selebihnya, 17 orang siswa dengan persentase 21,25% masuk kategori tidak mampu. Berdasarkan
hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VII SMP Negeri 17 Kendari dalam menulis
cerita fantasi dikategorikan tidak mampu. Dikatakan demikian, karena secara klasikal kemampuan
menulis cerita fantasi siswa kelas VII SMP Negeri 17 Kendari hanya mencapai 78,75% atau belum
mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu 85%. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan nilai
siswa kelas VII SMP Negeri 17 Kendari dalam menulis cerita fantasi. Aspek penilaian menulis
cerita fantasi meliputi aspek orientasi (62,5%), komplikasi (71,25%), resolusi (22,5%), terdapat
keanehan atau keajaiban dalam cerita (48,75%), tokoh yang unik (7,5%), ide cerita (10%),
menggunakan berbagai latar (latar ruang dan waktu) (5%), bersifat fiksi (86,25%), bahasa (87,5),
penggunaan kata ganti orang (95%), penggunaan kata sambung urutan waktu (73,75%),
penggunaan kata/ungkapan terkejut (16,25%), dan penggunaan dialog/kalimat langsung dalam
cerita (56,25%). Dari keseluruhan aspek yang dinilai terdapat tiga aspek yang dikategorikan
mampu yaitu bersifat fiksi, bahasa, dan penggunaan kata ganti orang.
kata kunci: kemampuan; menulis; cerita; fantasi

References

Abigail, Monica. 2015. Belajar Menulis. Surabaya: JP Books.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Dalman. 2016. Keterampilan Menulis. Jakarta: Rajawali Pers.

Harsiati, Titik, dkk. 2016. Buku Guru Bahasa Indonesia Revisi 2016. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Harsiati, Titik, dkk. 2016. Buku Siswa Bahasa Indonesia Revisi 2016. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Downloads

Published

2020-07-01

How to Cite

Meidi Diana. (2020). KEMAMPUAN MENULIS CERITA FANTASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 17 KENDARI . Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 5(3), 221–236. Retrieved from https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/766